Semua Alat Komunikasi Sarana Muliakan Allah

0
2,059 views

Seorang anak dipuji oleh orang banyak. Dia adalah anak yang baik dan bertanggungjawab. Anak siapakah? Dengan memuji anak itu, mereka secara otomatis memuji orang tuanya. Pendidikan anaknya berhasil. Memuji anak juga berarti memuji orang tuanya. Keberhasilan anak menjadi keberhasilan orang tua.
Dalam Injil Yoh. 17, ditampilkan doa Yesus. Tampak dengan jelas keakraban Yesus dengan Bapa. Kesatuan putera dengan Bapa sangat dirasakan. Para murid diikutsertakan dalam doa Yesus. Dengan demikian mereka ikut merasakan betapa dekat relasi Yesus dengan Bapanya. Para murid didoakan dan diikutsertakan dalam pengalamanNya. Itu kasiat doa juga.

Dalam Yoh. 17:1-2 Yesus mengutarakan permohonan agar Bapa memuliakan diriNya, supaya Ia nantinya bisa memuliakan Bapa. Arti “memuliakan” bisa dirujuk dalam doa Bapa Kami, “dimuliakanlah namaMu” , dikuduskanlah namamu. Sikap batin dalam doa diajarkan oleh Yesus kepada para murid.

Gagasan “memuliakan” bisa dimengerti dengan “Bapa membiarkan Putera menunjukkan kemuliaan Bapa”. Dia memohon agar Ia tidak ditinggal sendirian dan disertai. Disertai oleh Bapa tidak diartikan disingkirkan dari segala rintangan dan penolakan. Tapi justru bertujuan supaya semua kehendak Bapa bisa terlaksana sampai tuntas.

Bagaimana ini bisa direnungkan dan diresapkan? Pertama, belajar dari doa Yesus yaitu menjalin komunikasi dengan Bapa. Kita bisa belajar untuk mengikutsertakan anggota keluarga atau sahabat-sahabat dalam doa bersama.  Kedua, melaksanakan kehendak Bapa, memuliakan Bapa. Buah dari doa adalah mendengarkan apa yang menjadi kehendak Allah.

Sesudah itu, melaksanakan kehendakNya dalam wujud dan tindakan sehari-hari. Ketiga, ikut memuliakan Putera. Ikut memuliakan karya penyelamatanNya berarti ikut memuliakan karya Allah Bapa.

Di hari Komunikasi Sosial ini, semangat doa Yesus bisa menjadi semangat kita. Semangat doa Yesus adalah selalu menjalin relasi akrab dengan Allah Bapa, mengalami kesatuan dengan Allah.  Segala alat komunikasi adalah sarana untuk semakin memuliakan Allah.

Sikap yang perlu diambil adalah lepas bebas. Bagaimana setiap alat komunikasi itu sebagai sarana dan bukan sebagai tujuan?
Tuhan Yesus Kristus, semoga kami dapat semakin menghayati dan mewujudkan semangat demi lebih besarNya kemuliaan Tuhan dalam hidup kami sehari-hari.

Wartaya SJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here