Seri Pastoral OMK 12: Orang Muda yang Melayani

0
156 views
Seri pastoral OMK di Sanfrades Palembang (Ist)

Kunjungan ke Panti

Vinia berhasil mengumpulkan teman-teman muda di parokinya. Rencana dimatangkan bersama untuk Aksi Natal di suatu panti asuhan di daerah Pasang Surut, Sumatera Selatan. Setelah Natal, beberapa hari kemudian sekitar 30-an orang muda dengan membawa sembako, sejumlah porsi makan malam menu ayam goreng, dan beberapa hal berangkat dengan kapal kecil menuju Panti Asuhan di Pasang Surut.

Acara di panti berjalan seru. Sore hari diselenggarakan keakraban dan malam hari nonton film. Pagi hari berikutnya mereka merayakan misa pagi dan dilanjutkan dengan outbound. Selepas makan siang Vinia dan rombongannya pulang.

Keceriaan OMK dalam sebuah program bina pastoral orang muda.

Di balik kegiatan itu, Vinia telah mampu mendorong teman-temannya untuk mengumpulkan sembako dari umat di paroki mereka. Beberapa teman mengorganisir keberangkatan yang harus melintasi sungai dengan kapal. Mereka juga merancang acara yang menguatkan teman-teman di panti asuhan.

Seri Pastoral OMK: Pertemanan yang Menyelamatkan (11)

10 tahun kemudian, kegiatan itu masih saja dijadikan menu pembicaraan saat mereka bertemu satu sama lain. Mereka pernah melayani teman-teman di panti asuhan. Kendati hanya sekali, tetapi itu membekas bagi rekan-rekan muda yang pernah mengikutinya.

Datang untuk melayani

Apa yang dilakukan oleh Vinia benar-benar diinspirasi oleh ayat berikut, “Anak manusia datang bukan untuk dilayani melainkan melayani dan memberikan hidupnya untuk bekal bagi orang banyak.” (Mrk 10:45; bdk Mat 20:28).

Orang-orang muda yang terlibat dibantu secara pelan tapi pasti untuk menjadi pemimpin yang melayani dan akhirnya terlibat sampai ke level paroki. Bahkan sangat besar kemungkinannya terlibat dalam karya kemanusiaan. Berkegiatan dengan teman-teman di panti asuhan merupakan cara unik  dalam melayani.

Prosesi liturgi.

Teman-teman memberikan pemikiran, waktu dan usaha agar dapat mengunjungi panti asuhan tersebut. Itu benar-benar pelayanan hebat.

Dalam tradisi kepemimpinan, cara yang dibuat oleh Vinia erat kaitannya dengan gagasan servant leadership. Seorang yang memimpin pertama-tama harus melayani. Pelayanan itu tak lain adalah bentuk kepemimpinan yang riil dari mereka.

Lewat model ini, orang muda diasah kepekaannya terhadap kebutuhan orang lain di atas dirinya. Kendati filosopi dan prinsip pelayanan Yesus sebagai hamba memang tidak populer untuk orang muda dan membutuhkan proses yang lama, namun model ini akan memberikan dasar biblis yang kokoh dan kisah Yesus sendiri bagi kehidupan orang muda.

Inspirasi kegiatan

Untuk menumbuhkan semangat pelayanan, macam-macam kegiatan dapat diberikan. Misalnya: makan malam pelayanan, permainan menuntun si buta, latihan kepemimpinan, kerja dan upah, aksi pelayanan paroki atau komunitas, kunjungan ke panti Jombo atau panti asuhan.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here