Sering-Seringlah Berdoa, Karena Doa Itu Menyehatkan

0
3,323 views

PERNAHKAH Anda sejenak memikirkan bahwa doa sungguh dapat mempengaruhi kesehatan kita? Pertanyaan itulah yang menuntun Adele M. Gill, RN, pengarang dari “7 Pathways to Hope” (7 Jalan Setapak menuju Harapan), untuk mempelajari dinamika dan korelasi antara kesehatan, optimisme dan doa.

Sejatinya, Gill berpendapat bahwa kesehatan kejiwaan dan fisik secara optimal tergantung pada kekuatan penyembuhan dari harapan, suatu cikal bakal iman. Hal itu terjadi seperti saat orang berharap akan sesuatu. Mereka dapat menghindari pedihnya keputusasaan dan sebagai gantinya menantikan kesehatan yang lebih baik, dan karena itu mengubah unsur kimiawi yang menghubungkan antara pikiran dan tubuh.

Studi menunjukkan bahwa harapan sangatlah penting bagi hidup yang sehat. Tetapi, studi medis dalam buku ini mengungkap elemen lain yang sangat kuat. Elemen itu memampukan seorang pribadi mengubah secara total kesehatannya. Elemen itu bernama, doa.

Dalam buku yang sama, Gill mengungkapkan 9 studi khusus dan riset medis yang membuktikan bahwa ada kekuatan besar dalam setiap optimisme yang dihayati seseorang secara sederhana dalam kesehariannya. Optimisme itu melampaui bayang-bayang keraguan dan optimisme itu dipupuk terkhusus melalui doa.

Gill menambahkan bahwa manakala doa ditambahkan dalam jalinan pikiran dan tubuh, sesuatu yang ia sebut sebagai fenomena pikiran-tubuh-iman, yang membuat segala sesuatu yang besar, terbentuk.

Meskipun tidak secara gamblang dipahami oleh setiap orang, beberapa studi medis menunjukkan bahwa perubahan kimiawi yang dialami seseorang lewat pengharapan dan doa, membantu para pasien untuk sembuh dalam hal fisik, kejiwaan maupun kerohanian mereka secara lebih cepat.

Gill berpendapat bahwa doa, sebagai pengejawantahan langsung dari pengharapan dan iman akan Allah, merupakan pemacu yang efektif bagi kekuatan suatu optimisme hidup. Sebagaimana banyak orang akan setuju bahwa pengharapan membantu para penderita dalam setiap proses penyembuhan, demikian pula doa. Doa setidaknya membantu untuk penyembuhan secara menyeluruh, tidak hanya tubuh tetapi juga pikiran dan jiwa.

Memang banyak buku telah ditulis belakangan ini mengenai kaitan antara tubuh dan pikiran. Kita memahami dengan baik bahwa kerja pikiran dan tubuh dalam arti tertentu tersinkronisasi secara dinamis. Baik pikiran dan tubuh berbagi elemen kimiawi tertentu; dan kesehatan fisik yang buruk kadang bisa dilacak dari depresi dan kecemasan yang tidak ditangani dengan baik sehingga, antara lain, membebani dan merusak sistem syaraf pusat, kekebalan tubuh dan sistem jantung.

Bantu penyembuhan

Sementara itu doa memilik efek yang bertolak belakang. Gill berpendapat bahwa sikap penuh pengharapan, yang terkhusus dikombinasikan dengan doa, dapat memperkuat proses penyembuhan seorang pasien sehingga dia dimampukan untuk kembali sembuh, bahkan mencapai kesehatan yang optimal.

Pelbagai studi yang diterangkan dalam buku ini juga mengungkapkan bahwa mereka yang secara pribadi mewujudkan pengharapan melalui doa, dan mereka yang meminta doa dari orang lain untuk diri mereka, ternyata sembuh jauh lebih cepat dari mereka yang tidak melakukannya.  Studi medis ini juga menunjukkan bahwa pengharapan dan doa, membuat para pasien yang bermasalah dengan depresi dan kecemasan, lebih dapat menghadapi hidup keseharian mereka dengan jauh lebih baik.

Hebatnya lagi, para pasien dengan penyakit jantung, arthritis dan bahkan kanker diringankan rasa sakit dan komplikasinya, pada saat penyembuhan karena mereka dapat melihat jauh ke depan dengan sikap terbuka dengan pengharapan akan hari-hari yang lebih baik.

Sumber: Catholic.org

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here