Tahbisan Imam di Jambi: Sukacita karena Panggilan (1)

0
333 views
Sukacita bersama Diakon Antonius Manik Pr sebelum ditahbiskan imam.

KABAR sukacita datang dari Kota Jambi, seorang Diakon calon imam diosesan Keuskupan Agung Palembang akhirnya ditahbiskan menjadi imam. Diakon yang memiliki motto tahbisan “Hendaklah kamu murah hati seperti Bapamu adalah murah hati” ini bernama Antonius Manik.

Pria berdarah Batak Toba yang lahir di Partambatan, 28 Maret 1987 ini adalah putera keempat dari pasangan Morhen Manik dan Juliana Simarmata.

Masa pendidikan sebagai calon imam ia awali dari Kelas Rhetorica B di Seminari Menengah St. Paulus Palembang pada tahun 2008-2010. Usai pendidikan di Seminari Menengah, ia pun memutuskan memilih menjadi calon imam diosesan Keuskupan Agung Palembang.

Perjalanan panggilannya sebagai calon imam diosesan ia awali dengan menjalani masa Tahun Orientasi Rohani di Seminari TOR St. Markus Pematangsiantar, Sumatera Utara pada  tahun 2010-2011.

Selanjutnya, ia menjalani studi Filsafat ia jalani pada tahun 2011-2015 di Fakultas Filsafat Unika St. Thomas, Sumatera Utara.

Usai studi Filsafat, Diakon yang dibaptis di sebuah komunitas gerejani dan diterima resmi menjadi Katolik saat sudah dewasa ini menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di  Paroki St. Yoseph Palembang.

Pada tahun 2016-2018 calon imam yang berasal dari Stasi Sungai Bahar Unit 9 Paroki St. Gregorius Agung Jambi ini melanjutkan studi Teologi di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) St. Yohanes Pematangsiantar.

Penpas

Setelah proses studi selesai ia pun kembali ke Keuskupan Agung Palembang dan menjalani masa Pendalaman Pastoral (Penpas) di Paroki Sang Penebus Batuputih, mulai Juni 2018.

Pada 25 Januari 2019 calon imam yang pernah menjadi koster di Paroki St. Theresa Jambi ini ditahbiskan menjadi Diakon oleh Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, Uskup Agung Palembang dan menjalani masa diakonat di tempat yang sama.

“Saat pastor memimpin Perayaan Ekaristi lengkap dengan pakaiannya, bagi saya saat itu sangat unik dan menarik sekali. Saya melihat pastor  memimpin Perayaan Ekaristi penuh ketenangan dan sangat adem rasanya,” paparnya.

“Melihat itu saya pun ‘jatuh cinta kepada pastor’ dan menanamkan dalam diri saya bahwa saya ingin jadi pastor. Perjumpaan yang semakin sering dengan pastor membulatkan niat saya untuk menjadi pastor,” tuturnya menegaskan kisah panggilannya.

Diakon Antonius Manik ditahbiskan menjadi imam pada Kamis, 11 Juli 2019 oleh Mgr. Aloysius Sudarso SCJ di Paroki St. Gregorius Agung Jambi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here