Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima Ngrawoh, Sragen

0
158 views
Taman Doa St. Perawan Maria Di Fatima di Sragen. (Ivan Dharmawan Prayogo)

TAMAN Doa Santa Perawan Maria Di Fatima berlokasi di Dusun Ngrawoh, Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi. Lokasinya berjarak 12 km dari Kota Sragen.

Taman doa seluas 1,4 hektar ini sekarang ramai dikunjungi berbagai umat beragama.

Taman doa diresmikan Bupati K. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan diberkati oleh Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko tanggal 22 Oktober 2017.

Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima menjadi tempat umat Katolik dari berbagai daerah untuk memanjatkan doa.

Namun, pengunjung taman doa ini tidak hanya berasal dari umat Katolik. Keberadaan taman doa menjadi magnit tersendiri bagi wisatawan dari berbagai latar belakang agama.

Taman Doa “Santa Perawan Maria Di Fatima” — tempat destinasi ziarah di Ngrawoh, Sragen, Jateng.
Ruang doa.

“Mereka datang tidak untuk mengikuti prosesi doa, tetapi melihat secara langsung kegiatan peribadatan di taman doa.

“Harus diakui, keberadaan taman doa itu mampu menggairahkan perekonomian warga sekitar. Sekarang banyak berdiri warung makan dan pertokoan di sekitar taman doa. Warga sekitar juga punya pendapatan dari hasil mengelola parkir kendaraan pengunjung taman doa”, terang Penanggung jawab Kepala Desa (Kades) Pilangsari Sunaryo.

Tangga menuju taman doa.
Taman Doa “Santa Perawan Maria Di Fatima” di Ngrawoh, Sragen.

Untuk memasuki taman doa ini, pengunjung harus mendaki beberapa anak tangga dengan medan berkelok yang menghubungkan lokasi Gereja Yang Berjuang. Dari sini, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju kolam pertobatan sebelum tiba di taman tempat patung Bunda Maria berdiri.

Untuk menjangkau lokasi doa di hadapan Bunda Maria, pengunjung terlebih dulu harus melewati jalan melingkar tak berujung mengelilingi taman.

Di depannya terdapat keran “air suci” di bawah patung malaikat yang diambil dari “kolam pertobatan”. Tidak jauh dari taman doa, terdapat Kapel Adorasi yang melambangkan surga.

Desain Kapel Adorasi ini menyerupai “mushola” dengan kubah berwarna kuning keemasan. Pengunjung taman doa tidak hanya berasal dari Sragen.

Mereka dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Bahkan, wisatawan dari Kalimantan dan Sumatera juga pernah singgah ke taman doa.

Taman doa.

“Karena ada banyak wisatawan dari luar kota, warga sekitar mulai membuka layanan homestay. Jadi, mereka bisa menginap di homestay untuk beristirahat. Kami ingin keberadaan taman doa membawa efek domino bagi masyarakat sekitar. Jadi, sampai sejauh ini kami tidak pernah menarik retribusi untuk kas desa,” ucap Sekretaris Desa (Sekdes) Pilangsari, Suparmin.

Dalam rangka menunjang potensi wisata rohani Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima, Pemerintah Desa (Pemdes) Pilangsari masih mengalokasikan sebagian besar anggaran dari dana desa untuk perbaikan infastruktur.

“Tahun ini perbaikan infrastruktur masih menjadi prioritas. Tapi, kami juga menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan membuat pupuk cair. Ke depan, kegiatan pemberdayaan seperti ini yang perlu ditingkatkan,” jelas Sunaryo.

Jalan Salib.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here