Yogyakarta: UGM, USD, UKDW, Atma Jaya, Panti Rapih, dan KPKC KAS Tolak Ikut Gabung “Gejayan Memanggil”

0
1,307 views
Ilustrasi - Ajakan jangan ikutan demo by Media Indonesia

HARI Senin tanggal 23 September 2019 ini akan ada aksi demo massal yang bertajuk “Gejayan Memanggil”.

Sasaran demo adalah pawai menyatakan mosi tidak percaya kepada DPR dan elite politik. Mereka dianggap sebagai sumber banyak masalah.

Menyikapi ajakan dengan tagar “Gejayan Memanggil” tersebut, dua universitas swasta terkenal di Yogyakarta yakni Universitas Sanata Dharma (USD) dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) mengeluarkan imbauan sekaligus pernyataan bahwa kedua lembaga pendidikan tinggi itu tidak mau ikut-ikutan demo dengan agenda yang tidak jelas.

Berikut ini surat pernyataan terbuka yang dirilis oleh Rektor USD dan Rektor UKDW menyikapi imbauan yang bertebaran di jalur medsos untuk diajak berdemo massal tersebut. Juga imbauan yang sama dikeluarkan oleh Rektor UGM.

UGM imbau para mahasiswanya tidak usah ikut-ikutan berdemo.
Surat pernyataan dari BEM USD.
Edaran Rektor UKDW agar para mahasiswa tidak usah ikut turun ke jalan ikut-ikutan demo.
Rektor USD imbau mahasiswanya jangan ikut demo.
StiKES Panti Rapih juga imbau mahasiswanya agar tidak perlu ikutan demo.
Universitas Katolik Atma Jaya menolak ajakan mahasiswanya ikut berdemo.

Pada bagian lain, Romo Triwidodo Pr juga menyampaikan bahwa Ketua Komisi Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Keuskupan Agung Semarang (KPKC-KAS) Romo Endra Wijayanta Pr juga mengimbau melalui medsos agar para pastor paroki tidak “merestui” para OMK di wilayah parokinya masing-masing yang mau ikut-ikutan berdemo massal.

“Memang ada imbauan dari Ketua Komisi KPKC KAS seperti itu,” tutur Romo Triwidodo Pr menjawab Sesawi.Net, Senin siang tanggal 23 September 2019 ini.

Kepada Sesawi.Net, Romo Endra Wijayanto Pr selaku Ketua Komisi KPKC KAS juga merilis imbauan di jalur medsos dengan ujaran sebagai berikut:

“Mohon para Romo bila tahu atau mendengar ada OMK kita mau ikut pada aksi ‘Gejayan Memanggil’ pada tanggal 23 September 2019, dimohon untuk bergerak bisa membatalkannya,” tulisnya.

Di saat suasana politik pra Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin pada tanggal 20 Oktober 2019 bulan depan, maka ada-ada saja orang yang mencoba “mengail di air keruh”.

Tujuannya adalah ingin membuat onar di masyarakat dengan agenda politik macam-macam.

Karena itu, sebaiknya OMK jangan juga mulai ikut-ikutan demo dengan agenda politik yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan hidup beriman.

Ada pemikiran begini.

“Mahasiswa boleh saja bersikap kritis dan melakukan aksi demo yang bisa dipertanggungjawabkan dan itu pun silahkan. Namun, di tengah situasi sekarang ini, lebih bijak bila OMK paroki-paroki tidak usah ikut arus situasi politik yang terlalu ‘jauh’ dari pemikiran mereka,” tulis Romo Endra Wijayanto Pr.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here