1 November 2015: HR Semua Orang Kudus

0
1,624 views

Why 7:2-4.9-14; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12

ORANG KUDUS: YANG BAHAGIA BERSAMA ALLAH

ORANG bahagia yang disebut Yesus dalam Injil hari ini ada tiga golongan.

  1. Yang mengalami kekurangan: miskin, berduka, lapar dan haus.
  2. Yang mengusahakan suatu nilai: lemah lembut, lapas dan haus akan kebenaran, suci hati dan membawa damai.
  3. Yang menderita: dianiaya karena kebenaran. Dicela, dianiaya dan difitnahkan segala yang jahat.

Para kudus yang sudah bahagia di surga adalah orang-orang yang termasuk dalam salah satu dari tiga kelompok ini. Yang hidup prihatin, yang bersaksi tentang suatu keutamaan kristiani dan yang menderita penganiayaan. Para kudus ini terdiri dari segala lapisan masyarakat dan berbagai bentuk cara hidup.

Kita punya orang kudus yang tua, dewasa, muda dan anak-anak. Ada bangsawan, rakyat jelata, bahkan para budak. Paus, uskup, imam, bruder dan suster. Suami-istri, bujangan, janda dan duda. Cerdik cendekia, orang sederhana bahkan yang buta huruf. Yang melakukan perbuatan besar, berjasa besar, berpengaruh bagi gereja dan dunia; ada yang hidup tersembunyi dalam biara, sekedar ibu rumah tangga atau anak yatim-piatu.

Orang kudus

Mereka semua disebut kudus dan dinyatakan bahagia bersama Allah di surga. Kita juga tidak jarang mengalami situasi yang sama. Kita sering mengalami kekurangan; kita berjuang menegakkan suatu nilai baik dalam hidup dan tidak jarang kita menderita karena kita benar. Dan kita berjuang dalam situasi seperti itu. Kita juga layak disebut bahagia, seperti para Kudus. Tetapi apakah kita memang merasa bahagia? Apakah kita memandang diri kita sebagai yang bahagia?

Yesus menyampaikan Delapan Sabda Bahagia untuk menghibur para pengikut dan orang-orang yang datang dan mengalami situasi sulit dalam hidup mereka.

Yesus mau menegaskan, Tuhan ada di pihak mereka. Penderitaan mereka bukan tanda hukuman. Allah berdiri di sisi mereka dan Allah akan mendampingi mereka. Hal ini sangat dipercaya oleh mereka yang sangat mencintai Tuhan. Mereka sangat ingin mengalami bahwa Allah ada di sisi mereka. Sehingga mereka menerima situasi penderitaan itu sebagai kesempatan untuk mengalami kedekatan Allah.

Jadi, justru karena ada penderitaan itu lah, mereka semakin mengalami bahwa Allah dekat dan Allah mengasihi mereka. Karena pengalaman iman itu, mereka semakin tekun dan setia menjalani hidup ini, sehingga orang lain diteguhkan oleh ketekunan, kesetiaan dan teladan hidup mereka. Akhirnya, umat Allah menegaskan bahwa orang ini pasti sangat dekat dengan Tuhan.

Mereka itu bahagia dalam kekudusan mereka. Mereka adalah orang yang bersyukur karena dapat kesempatan dalam situasi hidup mereka, untuk berjuang mendekati Allah dan berjuang bersama Allah; demi dunia, Gereja dan sesama manusia

Ada 10 petunjuk untuk menjalani hari ini secara bahagia.

  1. Hari ini saya tidak akan membalas. Kalau ada yang kasar, ada yang tidak sabar, ada yang tidak baik, saya tidak akan membalas dengan cara yang sama.
  2. Hari ini saya akan minta Tuhan memberkati musuh-musuh saya. Jika saya berhadapan dengan orang yang memperlakukan saya secara kasar atau tidak adil, saya akan berdoa dalam hati agar Tuhan memberkati dia. Saya tahu, ‘musuh’ bisa berarti anggota keluarga, tetangga, rekan kerja atau orang asing.
  3. Hari ini saya akan berhat-hati dengan apa yang saya katakan. Saya dengan hati-hati memilih dan menjaga kata-kata saya untuk memastikan bahwa saya tidak menyebarkan gosip.
  4. Hari ini saya akan berjalan lebih jauh… saya akan menemukan cara untuk menolong berbagi beban dari orang lain.
  5. Hari ini saya akan memaafkan. Saya akan memaafkan setiap sakit atau luka yang terjadi dalam hidup ini.
  6. Hari ini saya akan melakukan suatu kebaikan untuk seseorang (secara rahasia). Saya akan membantu secara tersembunyi dan menjadi berkat bagi hidup orang lain.
  7. Hari ini saya akan memperlakukan orang lain seperti saya ingin diperlakukan. Saya akan melaksanakan Kaidah Emas: lakukan kepada sesamamu, sebagai saya harapkan mereka lakukan kepadaku; kepada semua orang yang saya temui.
  8. Hari ini saya akan menaikkan semangat orang yang sedang kecewa. Senyumku, kata-kataku, penampilan dukunganku dapat membuat perbedaan bagi seseorang yang sedang bergumul dalam hidupnya.
  9. Hari ini saya akan merawat tubuh saya… saya akan makan lebih sedikit, saya hanya akan makan makanan sehat. Saya akan bersyukur kepada Tuhan atas tubuh saya.
  10. Hari ini saya akan tumbuh secara rohani. Saya akan menambah waktu sedikit untuk berdoa hari ini. Saya akan mulai membaca bacaan rohani atau yang menginspirasi. Saya akan menemukan tempat tenang (kalau bisa, hari ini) dan mendengarkan Suara Tuhan.

Ada tiga prinsip dalam mengasihi sesama.

  1. Kurangnya kasih memudahkan kita untuk mengadili; meski hal itu tidak pernah benar.
  2. Sesama kita adalah siapa saja, apa pun suku, kepercayaan atau latar belakang sosialnya, dan siapa saja yang membutuhkan.
  3. Kasih berarti bertindak memenuhi kebutuhan seseorang. Ingat! Hari ini adalah kurnia dari Tuhan. Jadi pergunakanlah secara berharga. (Ref: Food for Thought: 10 Rules for a Blessed Day)

Apa pun bentuk perjuangan hidup saya; bagaimana pun situasi perjuangan hidup saya, kita diajak untuk melihat: hari ini adalah kurnia. Tuhan Yesus tahu beratnya beban hidup dan perjuangan kita. Tetapi Tuhan Yesus memberi kita hari ini, hari baru lagi, sebagai kurnia dan kesempatan untuk berjuang menjadi lebih baik. Lebih dekat dengan Tuhan, lebih maju dalam pertumbuhan pribadi dan lebih perduli kepada sesama.

Bukankah itu alasan yang cukup untuk bersyukur dan merasa bahagia? Kita hidup dan berjalan maju bersama dan dalam Tuhan. Kita berjalan di jalur yang juga sudah ditempuh oleh para kudus sebelum kita. Kita ada di jalan para kudus. Berbahagialah. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here