10 Suster Biarawati Indonesia Kaul Kekal di Capua, Italia (1)

0
296 views
Para suster yubilaris dan kolega mereka. (Romo Leo Mali

TELEGRAM ucapan selamat dari Sri Paus Fransiskus yang disambut tepuk tangan meriah mengakhiri sukacita segenap komunitas para suster Kongregasi Fransiskan Hati Kudus Yesus dan Maria (Suore Francescane dei Sacri Cuori – SFSC).

Karena pada hari itu, 12 September 2020, bertempat di Kapel Rumah Induk di Capua- Italia,12 orang suster mengikrarkan Kaul Kekal dalam kehidupan membiara.

10 orang dari kedua belas orang suster itu berasal dari Indonesia. Sementara dua yang lain berasal dari Timor Leste.

Mereka adalah:

  1. Sr. Anastasia Salu (Indonesia).
  2. Sr. Chiquita Barros (Indonesia).
  3. Sr. Efronsia Angela Rada (Indonesia).
  4. Sr. Emerensiana Bano Siki (Indonesia).
  5. Sr. Floriana Kero (Indonesia).
  6. Sr. Mathilda Obe (Indonesia).
  7. Sr. Matilda Rebon (Indonesia).
  8. Sr. Theresia Sutal (Indonesia).
  9. Sr. Yasintha Welmince Kedati (Indonesia).
  10. Sr. Yuditha Sila (Indonesia).
  11. Sr. Dorateia Goncalves (Timor Leste).
  12. Sr. Luiza Ximenes (Timor Leste).

Meski berada dalam suasana pandemi covid-19, perayaan kaul kekal berlangsung meriah. Pengikraran kaul dilakukan dalam Perayaan Ekaristi bertema “Karena Engkaulah yang membuat pelitaku tetap bercahaya; Tuhan, Allahku, menyinari kegelapanku.” (Mz.18.29).

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Monsinyur Salvatore Visco, Uskup Keuskupan Agung Capua, Italia. Hadir juga para imam konselebran. Tampak pula di antara para imam konselebran, para imam yang berasal dari Indonesia dan Timor Leste.

Kotbah Monsinyur.

Hadir pula dalam perayaan, para undangan dan para suster dari berbagai Konggregasi. Duta Besar Timor Leste untuk Takhta Suci Vatikan H.E. Mrs. Juvita Rodrigues Barreto De Ataìde Goncalves. Perayaan berlangsung tertib dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan selama masa pandemi covid-19.

Mempelai dalam untung dan malang

Dalam kotbahnya, Mgr. Salvatore menegaskan Kristus hadir bukan hanya sebagai terang dan pelita. Namun juga mempelai yang sejati. Ia selalu berharap, agar kita tetap bersatu dengan Dia, setia mencintai-Nya dan tidak pernah memisahkan diri kita dari pengaruh apa pun di dunia ini.

Kepada ke-12 suster yang berkaul, beliau berpesan, “Hendaknya kalian menjadikan Kristus sebagai mempelai hidupmu. Karena Kristus sendiri adalah anak Domba Allah yang telah menyerahkan hidup-Nya untuk Gereja dan dunia.”

“Kiranya kaul-kaul suci: ketaatan, kemurnian dan kemiskinan senantiasa dihayati dalam semangat kesatuan dengan Kristus sebagai mempelai sejati. Pilihan tersebut membutuhkan komitmen yang terus-menerus dihayati dan dihidupi dan dibaharui dalam kesaksian hidup nyata; kapan dan dimana pun kalian diutus untuk menjalankan misi Kristus dan Gereja-Nya.”

Yesus sendiri berharap dan meminta agar para mempelainya menjadi rasul pembawa rahmat pengampuan dan belas kasih Allah (bdk. Sirakh 27:30-28:9 dan Mt. 18: 21-35).  

Sambil mengutip kata-kata Yesus dalam doa Bapa Kami: “Seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami”, beliau mengajak ke-12 suster untuk selalu menghayati makna terdalam dari kasih dan belas kasih Allah.

Dengan saling mendengarkan, saling membantu, saling mengampuni dan saling mencintai. Karena baik dalam suka maupun dalam duka, dalam untung dan malang, kita adalah milik Kristus. (bdk. Rom 14:7-9).  

Harapan uskup.

Kepada kedua belas suster yang berkaul beliau juga berpesan berikut. Agar hidup mereka sebagai orang-orang yang terpanggil menghayati nasihat-nasihat Injili, akan semakin berarti jika mereka menjalankan doa dan meditasi setiap hari dengan penuh kerinduan yang mendalam. Untuk bersatu dalam pelayanan bersama Gereja dan seluruh alam ciptaan-Nya.  

Situasi dunia saat ini menantang kita untuk terus berefleksi dan mengikuti pesan yang ingin Tuhan sampaikan kepada kita.

Pada akhir homilinya, dia berpesan agar dalam setiap kesulitan para suster tetap percaya bahwa Tuhan setia dan berkuasa untuk membantu mereka mengatasi setiap kesulitan hidup mereka.

Kharisma Kongregasi untuk melayani Tuhan

Sementara itu, Pemimpin Umum Kongregasi SFSC Sr. Amabile Galatà SFSC mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri  rahmat dan berkat ilahi yang mengagumkan dalam peristiwa pengikraran kaul ke-12 suster.

Atas nama kongregasi beliau berterimakasih kepada segenap keluarga dari para suster di Indonesia dan Timor Leste yang telah memberikan puteri-puteri terbaiknya untuk melayani Tuhan melalui SFSC.

Perlu diketahui bahwa hingga hari ini, jumlah anggota kongregasi saat ini terus bertambah. 140 orang dari mereka berasal dari Indonesia, khususnya dari Flores dan Timor.

Selanjutnya kepada para suster dengan penuh harapan, ia berpesan untuk mengikuti Kristus dalam hidup membiara seturut kharisma Kongregasi Fransiskan Hati Kudus Yesus dan Maria (SFSC).

Bersujud sebelum mengucapkan kaul kekal.

Ia mengajak para suster untuk  hidup sebagai saudari, saling melayani satu sama lain dan mendedikasikan diri mereka secara total kepada Tuhan lewat orang-orang yang berada di sekitar mereka maupun orang-orang lain yang membutuhkan uluran tangan kasih mereka tanpa sekat perbedaan.

Melalui cara ini, para suster diajak untuk menghidupi dengan setia kharisma Kongregasi dalam semangat “mengasihi dan mengampuni” sebagai anugerah istimewa dari Tuhan seturut contoh dan teladan hidup Pendiri Kongregasi, Yang mulia hamba Allah, Pastor Simplisianus dari Nativitas. (Berlanjut)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here