2.700 Ton Amonium Nitrat Picu Ledakan Dahyat di Beirut, Libanon, Puluhan Tewas dan Ribuan Luka

0
140 views
Ledakan dahyat karena amonium nitrat sebanyak 2.700 ton terjadi di Beirut Libanon -- TRT World

LIBANON atau Lebanon sekali waktu sering disebut “Paris”-nya Timur Tengah. Banyak turis Eropa suka berlibur di Libanon. Pantainya indah karena menghadap ke Laut Tengah. Budayanya beragam dan masyarakatnya super ramah.

Situasi macam mini terjadi sebelum Libanon terkoyak-koyak oleh serangkaian perang saudara antarfaksi politik dengan organisasi sayap militernya.

Kini, Libanon semakin muram karena kondisi ekonominya super parah, plus dominasi pengaruh hegemoni politik Iran yang menancapkan pengaruhnya melalui organisasi proksinya yakni Hezbollah.

Dan sekarang, insiden berupa ledakan super dahyat telah mengoyak Libanon. Terjadi di sebuah lokasi di Pelabuhan Beirut, Ibukota Libanon.

Laporan berbagai media massa internasional menyebutkan sejumlah informasi sebagai berikut:

  • Ledakan maha dahsyat itu terjadi di sebuah lokasi di Pelabuhan Beirut, hari Selasa (4/8/2020) malam waktu setempat.
  • Bunyi ledakan itu terdengar di seluruh antero Beirut.
  • Sebuah bola api raksasa membumbung ke udara dari lokasi ledakan.
  • Ledakan itu bersumber di sebuah gedung pergudangan di mana telah disimpan sejumlah benda-benda kimia rentan kebakaran dan menimbulkan ledakan.
  • Sejumlah gedung langsung roboh dan rata dengan tanah pasca terjadinya ledakan.
  • Hingga berita ini dirilis, sedikitnya 78 orang dinyatakan tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Harus membayar mahal

Merespon insiden ledakan ini, PM Libanon Hassan Diab mengancam akan segera memperkarakan kasus ini ke meja hijau. Mereka yang harus bertanggungjawab atas insiden ini, kata Diab, akan menerima “ganjaran”setimpal dengan “membayar mahal” alias akan dihukum berat.

Pemerintahan PM Hassan Diab ini baru seumur jagung di Libanon. Pemerintahannya mendapat dukungan politik dari Hezbollah.

Hingga kini, penyebab terjadinya ledakan di sebuah lokasi pergudangan ini belum jelas. Sejumlah analis memperkirakan, ledakan itu bisa jadi dipicu oleh materi pembuatan “bom”.

Yang menarik, demikian laporan Al Jazeera edisi hari ini, gudang di lokasi pelabuhan itu sudah menyimpan benda-benda berbahaya itu sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang.

“Gudan berisi materi pembuatan ledakan itu sudah ada di sana selama enam tahun, sejak tahun 2014 lalu,” ungkap PM Hassan Diab sebagaimana dikutip oleh media Barat.

Para analis menyebutkan, sedikitnya 2.700 ton amonium nitrat ada di gudang penyimpanan di Pelabuhan Beirut.

Diab maju sebagai PM Libanon baru setelah PM Saad Hariri mengundurkan diri. Diab berhasil memperoleh dukungan politik dari banyak faksi, setelah sejumlah calon lainnya ditolak.

Libanon kini berpenduduk enam juta orang. Tahun ini, performa ekonomi nasionalnya sangat memburuk. Ditambah lagi dengan pandemic covid-19.

PS: Diolah dari CNN, Al Jazeera dan BBC International.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here