Minggu Panggilan Paroki Kleco Solo, Menuntun Anak-anak Kenal Panggilan

0
35 views
Sr. Rosa MASF menemani anak-anak PIA Paroki Kleco Solo mengikuti program Aksi Panggilan dalam rangka Hari Panggilan, Minggu 21 April 2024. (FX Juli Pramana)

KECERIAAN 40 Anak-anak PIA (Pendampingan Iman Anak) Gereja Santo Paulus Paroki Kleco, Solo, menyeruak sangat kelihatan, saat mengikuti acara Hari Minggu Panggilan 2024 dengan tema “Jejak PIA: Eksplorasi Biara”.

Acara tersebut dilaksanakan hari Minggu, 21 April 2024 di Susteran MASF dan Bruderan Budi Mulia di Jalan Joko Tingkir, Gentan, Baki, Sukoharjo, Jateng.

Anak-anak mengenakan mahkota dari kertas bertuliskan nama-nama mereka masing-masing. Mereka datang mengunjungi Susteran MASF dan Bruderan Budi Mulia. Guna bisa mengenal lebih dekat apa dan bagaimana itu Suster MASF dan Bruder Budi Mulia.

Para gembala menuntun anak-anak pada padang penggembalaan karya biarawan dan biarawati.

Program Aksi Panggilan untuk Anak-anak PIA Paroki Kleco Solo. (FX Juli Pramana)

Tujuan eksplorasi kunjungi biara

Tujuan pendampingan mengadakan kunjungan “eksplorasi biara” untuk mengenalkan anak-anak agar mereja mengetahui pola kehidupan para suster dan bruder serta kehidupan membiara. Banyak anak-anak bukan dari sekolah Katolik tidak tahu apa dan bagaimana itu sosok suster dan bruder.

“Mereka menyukai kegiatan ini, karena menurut mereka ini merupakan sesuatu yang baru. Mengenal cara hidup para suster dan bruder dalam kegiatan rohani dan keseharian hidup. Mereka mengetahui bahwa suster dan bruder kegiatannya tidak melulu berdoa, tetapi ada kegiatan-kegiatan lain,” kata Anistia Kristiana, pendamping PIA Paroki Kleco Solo yang mendampingi anak-anak dalam acara ini.

Sr. Rosa MASF dari Susteran MASF di Gentan, Sukoharjo, Jateng, mengenalkan kepada anak-anak apa dan bagaimana hidup membiara para Suster MASF. (FX Juli Pramana)
Sr. Rosa MASF gandeng mesra anak-anak peserta program kegiatan Aksi Panggilan untuk Anak-anak PIA Paroki Kleco Solo. (FX Juli Pramana)
Aksi Panggilan untuk Anak-anak PIA Paroki Kleco Solo (FX Juli Pramana).

Susteran MASF

Untuk mengenal lebih dekat Suster MASF di Susteran MASF Gentan, anak-anak diajak masuk ke ruang-ruang yang ada di susteran. Mereka diajak berjalan-jalan untuk mengetahui kapel biara, tempat doa, ruang tidur novisiat, ruang makan, ruang rekreasi dan ruang belajar di susteran. Para suster pendamping dan novis di Susteran MASF Gentan berjumlah 13 orang.

Mereka dikenalkan hidup bersama atau hidup komunitas yang dilakukan para suster MASF. Mereka juga diperkenalkan lambang atau logo Suster MASF yakni Salib yang berada di tengah-tengah dunia.

Tentang lambang ini, anak-anak menanyakan arti lambang tersebut. Mereka mendapat penjelasan dari Sr. Rosa MASF bahwa hidup para suster sama seperti hidup di tengah-tengah keluarga. Seperti Yesus hidup di tengah keluarga Bunda Maria dan Bapa Yosef, maka para suster hidup di tengah dunia untuk menjalani karya cinta kasih. Karya para suster bukan hanya karya doa, tetapi karya yang sesuai dengan pelayanan misalnya kesehatan dan pendidikan.

Karya para Suster MASF di Gentan mendampingi anak-anak Panti Asuhan “Karuna Puteri”. Pemimpin Susteran MASF Gentan Sr. Marta MASF, sedangkan pemimpin Panti Karuna Puteri adalah Sr. Rosa MASF.

Para Bruder Budi Mulia (BM) plus para Novis Suster MASF di Gentan, Sukoharjo, Jateng, mengenalkan apa dan bagaimana hidup membiara para Bruder BM dan hidup para Suster MASF. (FX Juli Pramana)

Bruderan Budi Mulia

Ada tiga orang Bruder Budi Mulia yang tinggal di Bruderan Gentan. Mereka adalah Br. Raimond BM, Br. Hillarius BM, dan Br. Hieronimus BM. Br. Raimond menjadi pemimpin Bruderan Budi Mulia Gentan. Para bruder BM mendampingi anak-anak Panti Asuhan “Karuna Putera”.

Agar bisa mengenal lebih dekat Bruder Budi Mulia, anak-anak merasa senang dengan program pendampingan ini. Karena inilah kesempatan emas bagi anak-anak PIA bisa diajak keluar mengenal apa dan bagaimana itu susteran dan bruderan. Mereka bergembira dikenalkan dengan sosok biarawan-biarawati.

Harapan dengan adanya kegiatan ini, demikian Br. Hillarius BM, agar semakin banyak anak-anak mau mengikuti kegiatan PIA., Juga semakin banyak anak-anak semakin mengenal iman Katolik dan hidup panggilan religius.

Pendamping PIA Paroki Kleco Solo gelar program Aksi Panggilan anak-anak PIA dengan membawa mereka pergi ke Gentan, Sukoharjo, Jateng, dan mengunjungi Susteran MASF dan Bruderan Budi Mulia di situ. (FX Juli Pramana)
Mengajak Anak-anak PIA Paroki Kleco Solo belajar mengenal lebih dekat apa dan bagaimana hidup bakti menjadi seorang Suster MASF dan Bruder Budi Mulia. (FX Juli Pramana).
Kesan mendalam di dalam diri anak-anak PIA Paroki Kleco Solo usai mengikuti program Aksi Panggilan 2024 dengan kunjungan ke Susteran MASF dan Bruderan Budi Mulia di Gentan, Sukoharjo, Jateng, Minggu 21 April 2024.
Aksi Panggilan untuk Anak-anak PIA Paroki Kleco Solo diisi dengan kegiatan kunjungan ke Susteran MASF dan Bruderan Budi Mulia di Gentan, Sukoharjo. (FX Juli Pramana)

Kesan anak

Bella, murid kelas 3 SD Pangudi Luhur Santo Valentinus Solo mengungkapkan, mengikuti Jejak PIA Eksplorasi Panggilan itu sungguh menyenangkan. Karena diajak bermain, bisa mengenal suster dan susteran; juga mengenal bruder dan bruderan. Selama ini, ia mengaku belum pernah mengenal apa dan bagaimana itu susteran dan bruderan.

Meninggalkan jejak

Merangkum kegiatan Minggu Panggilan 2024 di Paroki Kleco, Sr. Rosa MASF menyampikan jejak agar bisa membekas di dalam diri anak-anak. Dan itu adalah jejak pengenalan akan adanya panggilan religius suster, bruder dan imam. “Panggilan khusus adalah rahmat yang perlu ditumbuhkan bersama di dalam diri anak oleh orangtua, biarawan-biarawati, dan Gereja,” demikian harapan Sr. Rosa MASF.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here