22 Tahun GOTAUS: Kiat Hidup Bahagia Itu Sederhana, Berbagilah

0
567 views
Pengurus dan penggiat GOTAUS (Gerakan Orangtua Asuh untuk Seminari) dalam suatu kesempatan misa bersama para uskup di Gereja St. Laurentius Bandung, November 2019. (Gotaus)

MENURUT St. Bunda Teresa dari Calcutta, kiat hidup bahagia itu sederhana. Berbagilah. Barangkali, kata kunci “berbagilah” ini cocok mendudukan GOTAUS (Gerakan Orangtua Asuh untuk Seminari) sebagai gerakan kaum awam peduli seminari yang tanggal 10 Mei 2023 kemarin tepat berumur 22 tahun.

Digagas oleh inisiatornya adalah Uskup Emeritus Mgr. Blasius Pujaraharja yang mendesain gerakan kaum awam peduli seminari ini untuk misi mulia. Kemudian dieksekusi oleh sejumlah pihak yang merasa terpanggil untuk mulai peduli dengan masa depan seminari.

Mgr. Blasius Pujaraharja sebagai inisiator dan penggagas Gerakan Orangtua Asuh untuk Seminari (Gotaus) dalam sebuah kesempatan pertemuan di KWI tanggal 10 Desember 2000. (Dok. Diana Lawanto)

Kalau dihitung jumlah angka tahunnya, maka masih sangat muda. Namun, melihat semangat berbagi yang menjadi cirikhas para penggiatnya dan jaringan donaturnya, maka siapa mampu menakar lebar-panjangnya hati manusia untuk sesama. Karena yang ada di GOTAUS adalah per-hati-an besar mereka kepada seminari.

Ini menyangkut isi hati orang: komitmen, semangat belarasa, dan berbagi, serta kesetiaan mengawal “eksistensi” seminari sebagai “jantung” Gereja. Karena dari seminari-seminari yang kini jumlahnya 48 di seluruh Indonesia inilah, lahir para imam yang menjadi “nyawa” dan energi Gereja. Berkat perayaan ekaristi yang mereka adakan. (Dekrit Optatam Totius hasil Konsili Vatikan II).

Gerakan kaum awam yang punya hati untuk seminari

Dua pihak “bergerak” aktif. Satunya, pengurus GOTAUS dan para penggiatnya. Lainnya, para donatur yang berkat dorongan motivasional persuasif dari para penggiat, mereka lalu punya “hati” dan semangat berbagi.

Karena tahu, perbuatan baik sekecil apa pun, yang terpenting mampu membahagiakan sesama yang membutuhkannya.

Para pengurus dan penggiat GOTAUS (Gerakan Orangtua Asuh untuk Seminari) berfoto bersama Sekretaris Eksekutif Komisi Seminari KWI: Romo J. Kristanto Suratman Pr yang berbaju putih. (Dok. Diana Lawanto)

Mengalami bahagia

Bahagia adalah soal rasa-merasa. Kita merasa bahagia, bila mampu membahagiakan sesama. Itu poin pentingnya. Dan alangkah bahagianya, bila tak hanya kita sendiri bahagia, tetapi kita berbahagia bersama yang lain.

Ini pengalaman Sianny. “Dengan berbagi, saya merasa bahagia,” kata dia kepada penulis, tetangga satu kompleks.

Penulis juga alami hal sama. Sampai kini selalu bersyukur, karena masih banyak donatur tetap mau peduli dengan GOTAUS. Berapa pun besarnya nilai uang yang diberikan, GOTAUS selalu menerimanya dengan senang hati.

Mengikuti nasihat spiritual Santa Bunda Teresa dari Calcutta, dalam gerakan amal kasih ini maka yang penting adalah niat mulia. Karena, yang terpenting hati banyak orang ikut tergerak mau berbagi.

“Berbagi sedikit, tetapi dengan cinta yang besar,: begitu keyakinan penulis akan “kebenaran” nasihat Bunda Teresa.

“Ini sungguh merupakan gerakan amal kasih demi kemuliaan Allah yang semakin lebih besar atau AMDG (Ad Maiorem Dei Gloriam),” begitu penulis memahami kerasulan amal kasih untuk masa depan Gereja Indonesia melalui peduli seminari ini.

Dan karena, Tuhan sendiri yang akan selalu menyempurnakannya.

Logo Gotaus dan nomor rekening Gotaus dI KWI. (ist)

Yang ngin berbuat kebajikan untuk GOTAUS, silakan berdonasi melalui rekening berikut:

  • BCA Norek 075-3027-278 a.n. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
  • Berita: Gotaus.
  • Konfirmasi bukti donasi ke WA: 0816-4801-878 (Diana).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here