Home BERITA Lectio Divina 30.7.2025 – Temukan Harta dan Mutiara

Lectio Divina 30.7.2025 – Temukan Harta dan Mutiara

0
314 views
Menyembunyikan temuan harta, by mungkin Rembrandt van Rijn atau Gerrit Dou

Rabu. Minggu Biasa XVII, Hari Biasa (H)

  • Kel. 34:29-35
  • Mzm. 99:5-7.9
  • Mat. 13:44-46

Lectio

44 “Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Oleh sebab sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

45 Demikian pula Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara-mutiara yang indah. 46 Setelah ditemukannya satu yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

Meditatio-Exegese

Kerajaan Surga seperti harta yang terpendam di ladang

Yesus tidak menjelaskan makna Kerajaan Allah. Ia hanya mengisahkan bahwa Kerajaan Surga, regnum caelorum, adalah seperti harta yang terpendam di ladang. Suka cita meluap ketika orang menemukan harta terpendam itu.

Ia mengajak para pendengar-Nya untuk berkisah tentang harta baru yang ditemukan dan memberinya sukacita. Dengan mengisahkan seorang buruh tani yang bekerja di ladang dan menemukan harta, Yesus mengajak para para murid-Nya merenungkan kisah bagaimana masing-masing menemukan Diri-Nya. 

Pertama, harta terpendam, Kerajaan Surga, telah terpendam di ladang, dalam hidup manusia. Kedua, petani penggarap itu mengolah, memupuk, menanami, menyiangi rumput, menyirami tanaman dan memanen tanpa pernah menyadari kehadiran harta yang terpendam.

Selanjutnya, harta yang tersembunyi, Kerajaan Allah, ditemukan secara tak sengaja. Si buruh tani tidak pernah menyangka akan menemukannya, karena tidak pernah punya niat mencari harta itu.

Kemudian, penemuan harta itu mengubah hidupnya. Ia menjual seluruh miliknya untuk membeli ladang yang menyimpan harta terpendam itu.  

Akhirnya, ungkapan sukacita dan syukur memenuhi seluruh hidup si petani. Kerajaan Alla ditemukan tanpa sengaja, di luar rencana hidup. Kerajaan Allah datang.

Dan, sebagai konsekuensinya, manusia tidak boleh melepaskan saat rahmat ini berlalu tanpa menghasilkan buah.   

Kerajaan Surga adalah seperti seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah

Perumpamaan ini mirip dengan perumpamaan tentang harta terpendam, tetapi dengan perbedaan yang mencolok. Yesus mengisahkan, “Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara-mutiara yang indah.”

Lalu Ia bersabda (Mat. 13:46), “Setelah ditemukannya satu yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”, Inventa autem una pretiosa margarita, abiit et vendidit omnia, quae habuit, et emit eam.

Inilah kisah yang bisa dialami tiap murid Yesus yang disamakan dengan seorang pedagang barang berharga, Pertama, pelaku utama adalah seorang pedagang mutiara. Ia hanya melakukan satu hal saja dalam usaha dagangnya, yakni:  mencari dan menemukan mutiara paling berharga, pretiosa margarita.

Maka, Kerajaan Allah, mutiara yang paling berharga itu, merupakan buah dari usaha keras dan lama. Ia berusaha mencari, mencari dan mencari, hingga menemukannya. Mutiara itu ditemukan bukan secara kebetulan

Kedua, pedagang itu tahu benar tentang mutiara, sehingga semua orang melalukan transaksi dagang dengannya. Karena ia paham benar tentang mutiara, ia tidak pernah membiarkan dirinya ditipu.

Akhirnya, ketika ia menemukan mutiara yang dikehendakinya, ia pergi dan menjual semua yang dipunyainya. Lalu membeli mutiara itu. Kerajaan Allah bernilai paling tinggi dan mahal.

Harta dan mutiara mengacu pada Kerajaan Allah. Yesus sendiri. Sering kehadiran-Nya tidak disadari dalam hidup, dilewatkan, dibiarkan begitu saja; hingga Ia menyingkapkan diri-Nya.

Sering juga Ia harus dicari dengan cucuran keringat. Meneladan Ayub, setiap murid Kristus harus menjadikan Allah sebagai satu-satunya yang paling berharga dan bernilai.

Inilah kesaksian Ayub (Ayb. 22: 25-26) , “Lalu Yang Mahakuasa menjadi emasmu, dan timbunan perakmu, maka sungguhnya engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa.” eritque Omnipotens contra hostes tuos et argentum coacervabitur tibi  tunc super Omnipotentem deliciis afflues et elevabis ad Deum faciem tuam

Katekese

Temukan harta berharga dalam Injil. Paus Fransiskus, Buenos Aires, 19 Desember 1936:

Injil Matius menyajikan beberapa perumpamaan pendek tentang Kerajaan Allah (13:44-52). Dua mahakarya kecil disajikan: perumpamaan tentang harta berharga yang tersembunyi di ladang dan tentang mutiara yang sangat berharga.

Keduanya mengisahkan penemuan Kerajaan Allah yang terjadi secara tiba-tiba. Petani yang membajak menemukan harta terpendam yang tidak terduga. Atau setelah lama mencari, akhirnya pedagang mutiara menemukan mutiara yang paling  berharga  dan telah lama diimpikannya.

Namun, inti dari kisah itu adalah bahwa harta dan mutiara itu lebih berharga daripada semua harta lainnya. Maka, ketika petani dan pedagang menemukannya, mereka menyerahkan segalanya untuk mendapatkannya.

Mereka tidak perlu mencari alasan atau memikirkan pembenarannya atau merenungkannya. Mereka segera menyadari nilai tak tertandingi dari apa yang mereka temukan dan mereka siap kehilangan segalanya untuk memilikinya.

Beginilah halnya dengan Kerajaan Allah. Mereka yang menemukannya tidak memiliki keraguan. Mereka merasakan bahwa inilah yang mereka cari dan rindndukan. Inilah impian mereka yang paling otentik.

Dan memang seperti ini. Mereka mengenal Yesus, berjumpa dengan-Nya secara pribadi, terpikat, tertarik oleh begitu banyak kebaikan, begitu banyak kebenaran, begitu banyak keindahan, dan semuanya. Mereka mencari dan menemukan-Nya dengan kerendahan hati dan kesederhanaan yang luar biasa.

Mereka mencari dan menemukan Yesus. Dialah harta yang tak ternilai dan luar biasa!

Banyak orang, para kudus, yang membaca Injil dengan hati terbuka, begitu terpesona oleh Yesus sehingga mereka berpaling kepada-Nya.

Mari mengenang Santo Fransiskus dari Assisi. Benar, dia sudah menjadi Katolik, walau sekedar Natal-Paskah. Namun, saat dia membaca Injil pada saat yang menentukan di masa mudanya, dia bertemu Yesus dan menemukan Kerajaan Allah. Maka, semua mimpinya akan kemuliaan duniawi lenyap.

Injil memungkinkan Anda untuk mengenal Yesus yang sebenarnya. Ia membuat Anda mengenal Yesus yang hidup. Ia berbicara kepada hati Anda dan mengubah hidup Anda.

Dan kemudian, ya, Anda meninggalkan semuanya. Anda dapat secara efektif mengubah gaya hidup, atau terus melakukan apa yang Anda lakukan sebelumnya. Tetapi Anda sudah menjadi pribadi yang lain. Anda terlahir kembali.

Anda telah menemukan apa yang memberi makna, apa yang memberi rasa, apa yang memberi cahaya pada segala sesuatu, pada kerja keras, pada penderitaan, dan, bahkan sampai mati.

Baca Injil. Baca Injil. Baca satu perikop setiap hari. Bawalah Injil kecil bersama Anda – di saku, di dompet atau cara lain untuk membawanya. Dan di sana, saat membaca sebuah perikop, kita akan menemukan Yesus. Semuanya menjadi bermakna ketika Anda menemukan harta karun Anda di sana, di dalam Injil.” (Angelus, Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu, 27 Juli 2014).

Oratio-Missio

Tuhan, bebaskanlah hatiku dari keinginan yang tidak teratur dan kelekatan pada benda duniawi. Terangilah hatiku agar mampu bersyukur dan bersukacita atas segala anugerah-Mu. Semoga aku mampu menemukan sukacita atas kehadiranMu. Amin.      

  • Mengapa Yesus sering kuanggap sebagai barang tidak berharga? 

Inventa autem una pretiosa margarita, abiit et vendidit omnia, quae habuit, et emit eam – Matthaeum 13:46)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo