- Bacaan 1: 1Yoh. 4:7-16
- Injil: Yoh. 11:19-27
“Saat aku meratapi kekalahanku, aku ingin engkau selalu ada, aku ingin engkau kukenang. Selama aku masih bisa bernafas, masih sanggup berjalan ku akan selalu memujamu. Meski ku tak tahu lagi engkau ada dimana. Dengarkan, aku kumerindukanmu.” Demikianlah sepenggal lirik dari lagu D’Masiv.
Mengisahkan kerinduan yang mendalam dari seseorang terhadap orang yang dicintainya. Perasaan rindu yang begitu kuat hingga rela melakukan apa saja bagi dia yang dirindukan. Saya memaknai lagu itu sebagai kerinduanku pada Tuhan.
Sama seperti rindunya seorang Marta kepada Tuhan Yesus, yang bersama saudaranya Maria dan Lazarus hari ini diperingati oleh Gereja Katolik.
Marta sangat merindukan kehadiran-Nya dikala saudara laki-lakinya, Lazarus sakit keras yang kemudian meninggal. Dia percaya jika saja Tuhan ada saat itu maka Lazarus tidak akan mati. Marta sangat merindukan kehadiran-Nya saat itu. Namun kisah itu memang harus terjadi agar kemuliaan Allah bisa dinyatakan.
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”
Tanyanya kepada Marta, yang kemudian ditanggapi secara positif:
“Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”
Dalam peneguhannya kepada semua orang yang mengimani Tuhan Yesus, Santo Yohanes Penginjil mengatakan:
“Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juru Selamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.”
Yohanes menekankan pentingnya kasih dalam kehidupan orang percaya. Kasih itu berasal dari Allah, mereka yang mampu berbuat kasih berarti berasal dari Allah.
Semua manusia di dunia adalah berdosa. Namun Allah telah memulihkan keadaan manusia berdosa itu, dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal turun ke dalam dunia sebagai Sang Juru Selamat. Melalui Tuhan Yesus Kristus, manusia yang sebelumnya tidak mengenal Allah menjadi mengenal Allah.
Pesan hari ini
Di saat aku sedang terpuruk, hanya “Satu Pribadi” yang kurindukan yaitu Tuhan Yesus Kristus. Dia-lah Kebangkitan dan Hidup. Melalui Dia, kita mengenal Allah yang penuh kasih itu.
“Ada tempat kosong di hatiku di mana dirimu biasanya berada.”










































saya mau