Home KITAB SUCI & RENUNGAN HARIAN Renungan Harian Iman Sejati: Mengandalkan Allah

Iman Sejati: Mengandalkan Allah

0
318 views
Mengandalkan Tuhan
  • Bacaan 1: Rm. 4:1-8
  • Injil: Luk. 12:1-7

Mengandalkan berarti menaruh kepercayaan kepada siapa yang diandalkan sebagai sumber kekuatan, pertolongan dan harapan. Bacaan-bacaan hari ini berbicara tentang iman sejati yang berarti mengandalkan Allah dalam hidup. Tidak takut menghadapi segala sesuatu yang terjadi di dunia ini.

Gereja Katolik hari ini merayakan peringatan Santo Ignatius dari Antiokhia, sebagai Uskup dan Martir yang wafat sekitar tahun 110 di Roma. Ia adalah murid dari Rasul Yohanes Penginjil, menjadi martir karena menolak menyangkal Kristus dan dihukum mati dengan cara diterkam binatang buas.

Saat dikatakan Kaisar Trajanus sebagai orang jahat (karena tidak mau murtad) maka Uskup Agustinus menjawab:

“Janganlah menyebut jahat orang yang membawa Tuhan dalam dirinya. Akulah Ignasius, pemimpin orang-orang yang sekarang berdiri di hadapanmu. Kami semua pengikut Kristus yang telah disalibkan bagi keselamatan umat manusia. Kristus itulah Tuhan kami dan Ia tetap tinggal dalam hati kami dan menyertai kami.”

Jawaban itu membuat Kaisar marah dan menghukumnya mati dengan cara diterkam singa-singa.

Santo Ignatius tidak takut pada Kaisar namun mengandalkan Tuhan Yesus Sang Pemilik hidup. Seperti disabdakan-Nya sendiri kepada orang banyak yang bersama-Nya:

“…janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.

Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!”

Tuhan Yesus menasihati agar:

  • Takut (bukan berarti panik namun hormat dan taat) pada Allah.
  • Tidak munafik
  • Percaya pada-Nya, karena manusia berharga dimata Allah.

Rasul Paulus berbicara tentang pembenaran iman. Bahwa seseorang itu dibenarkan bukan karena perbuatannya (melaksanakan kewajiban agama dan perbuatan baik) namun oleh karena imannya. Paulus mengambil contoh tokoh Abraham serta pembenaran iman seperti dikatakan Raja Daud.

“Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”

Pesan hari ini

Orang yang mengandalkan Allah pasti akan hidup dengan iman seperti Abraham. Itulah iman sejati, bukan karena perbuatan lahiriah atau kepura-puraan rohani (kemunafikan).

“Ketika kamu sedang tidak punya apa-apa, Tuhan merencanakan sesuatu untukmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo