Home BERITA Klenteng Be Kwan Sing Bio Super Jumbo di Tuban, Jatim (1)

Klenteng Be Kwan Sing Bio Super Jumbo di Tuban, Jatim (1)

0
46 views
Klenteng Kwan Sing Bio yang super jumbo di Kota Tuban, Jatim. (Prihminto)

USAI berolahraga dan sarapan, kami meluncur dari Solo lewat Ngawi dan Bojonegoro dengan tujuan Tuban. Sesuatu yang berbeda adalah kali ini saya tidak melakukan solo touring melainkan bersama orang lain; dalam hal ini isteri saya.

Maka fokus catatan ini adalah soal bedanya antara ‘sendirian’ dengan bersama orang lain. Dari fokus itu lantas berurai segala macam hal yang membedakan di antara keduanya. Dan pada akhirnya jika diekstrapolasi lantas menjadi refleksi antara pilihan hidup melajang sendirian dan ‘bersama orang lain’; entah dalam ikatan perkawinan, maupun tidak kawin tapi hidup dalam komunitas, misalnya komunitas religius.

Secara umum, seluruh perjalanan kali ini melewati jalan yang relatif sangat datar, tidak banyak naik-turun yang berarti, apalagi ekstrem. Tapi banyak segmen yang berkelak-kelok, khususnya antara Ngawi-Bojonegoro. Segmen itu cukup sepi dan tidak banyak persoalan berarti, kecuali beberapa bagian yang sedang mengalami perbaikan di dekat Bojonegoro.

Kami istirahat di Bojonegoro sejenak, parkir di depan Gereja St. Paulus. Di depan gereja ada sekolah negeri, dengan murid perempuan yang nyaris semua berjilbab. Tapi herannya, di minimarket dekat alun-alun, justru waitress-nya tidak ada yang berjilbab. Sesuatu yang langka kan?

Gereja St. Petrus Paroki Bojonegoro. Keuskupan Surabaya, Jawa Timur. (Prihminto)

Kami sampai di Tuban sudah gelap, langsung check-in di sebuah hotel yang menurut review termasuk salah satu terbaik. Kamarnya luas, tampaknya ini hotel lama.

Hotel masa kini mana ada kamar hotel seluas itu, dan rate-nya sangat terjangkau. Lantas kami mencoba mencari warung untuk makan malam, sekali lagi berdasarkan review, namun ternyata kurang memuaskan, harganya mahal, produknya sama sekali tidak ‘worth-it’.

Bahkan saat traveling, kami usahakan untuk tetap berolahraga. Banyak hotel menyediakan fasilitas seperti gym atau kolam renang. Tapi saya memilih yang sederhana saja: berjalan kaki.

Karena di hotel tidak disediakan ‘breakfast’, rencana kami adalah jalan kaki sekitar 30 menit, sarapan, kemudian balik sekitar 30 menit. Konon menurut studi, untuk olahraga harian, target 7.500 langkah sudah baik, karena lebih dari 7.500 langkah tidak didapatkan kenaikan manfaat yang signifikan.

Kami berjalan dari hotel melewati sejumlah lorong kampung, menuju Alun-alun Kota Tuban. Berjalan kaki merupakan salah satu cara paling jitu untuk menangkap vibes sebanyak-banyaknya dari sebuah lokasi. Anda justru paling dimungkinkan untuk melihat wajah yang sejati dari suatu lokasi, jika kita melewati lorong-lorong pemukiman; bukan hanya di sepanjang jalan protokol yang lebih banyak merupakan pajangan iklan bagi suatu kota.

Alun-alun Kota Tuban, Jawa Timur. (Prihminto)

Di mana-mana, alun-alun dapat dianggap sebagai pusat kota, maka rasanya tidak sah jika kita sampai ke suatu kota dan belum mencapai alun-alunnya. Dari alun-alun kami menyusuri jalan pantai, mampir sejenak di Gereja St. Petrus, dan melanjutkan ke Klenteng Kwan Sing Bio, yang konon merupakan klenteng terbesar di Asia Tenggara. 

Tuban, pelabuhan penting era Kerajaan Hindu-Buddhis di Jatim

Klenteng itu persis menghadap pantai. Konon, dulu Tuban merupakan salah satu pelabuhan penting pada zaman kerajaan Hindu-Buddhis, dan pusat agama Buddhisme.

 Rasanya tidak sulit membayangkan bagaimana para pendatang dari Tiongkok mendarat di situ, membangun klenteng, menghidupkan pelabuhan dan perdagangan. Masih tampak jejak sejumlah rumah mewah kuno yang dapat diduga dulu dimiliki para saudagar.

Pasti pada masa itu, Tuban merupakan bandar laut yang sangat terkemuka. Bahkan ketika Jepang menyerang Hindia Belanda pun, salah satunya mereka mendarat di Tuban.

Entahlah kenapa tradisi maritim Tuban seakan telah hilang menguap begitu saja. (Berlanjut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo