Anak Penerima Beasiswa dan Orangtuanya Bertemu Bidang Pelayanan Paroki Katedral Malang

0
154 views
Pertemuan antara Bidang Pelayanan Paroki Katedral Malang dengan anak-anak penerima bantuan beasiswa bersama orangtuanya. (Panitia)

BIDANG Pelayanan Paroki Katedral Malang mengadakan Perayaan Natal bersama orangtua dan anak penerima bantuan beasiswa tahun 2021. Terjadi di penghujung Masa Natal, Minggu 9 Januari 2022.

Makna yang dalam pada perjumpaan ini hendak memompa semangat anak-anak untuk tetap semangat belajar, walaupun sedang dalam masa pandemi. Juga menyemangati orangtua untuk tetap memberi pendampingan belajar bagi anak-anaknya.

Ini seperti disampaikan oleh Pastor Paroki Katedral Malang: Romo Ignasius Adam Suncoko Pr.

“Agar anak-anak tetap memiliki motivasi tinggi dalam belajar, walaupun sekarang kita dalam kesulitan karena pandemi. Ini agar proses pembelajaran daring di mana tak ada perjumpaan dengan teman dan guru bisa tetap berlangsung dengan semangat tinggi”.

“Hidup harus lebih baik dengan aneka kemungkinan yang bisa terjadi. Apa yang sekiranya tidak berharga bisa diubah untuk dijadikan menjadi berharga dengan dengan Berkat Tuhan,” kata Romo Adam Suncoko Pr.

Kepada mereka yang sekarang sedang duduk di bangku kelas XI dan XII, Romo Adam berpesan untuk berani lanjut kuliah.

Ia juga menawari bantuan beasiswa, kalau ingin kuliah di Universitas Katolik Widya Karya Malang.

Paparan dan imbauan dari Pastor Kepala Paroki Katedral Malang: Romo Ignasius Adam Suncoko Pr.

Boleh masuk seminari

Romo Adam yang pernah menjadi Rektor Seminarium Marianum Probolinggo juga menyampaikan hal istimewa untuk anak-anak yang sedang duduk di bangku kelas VIII dan IX.

Mereka bisa melanjutkan studi di Seminari Menengah “Seminarium Marianum Probolinggo” dan pembiayaan studinya akan ditanggung Paroki.

Tawaran ini juga terbuka untuk semua anak yang ada di Paroki Katedral Malang.

Keluhan dan pujian

Pada sesi syering mengemuka beberapa pendapat tentang pembelajaran daring.

Ambil contoh Maya dari Wilayah X. Mereka menyampaikan keluhan bahwa prestasinya menurun. Belum lagi sudah tidak ada praktik lapangan sebagai siswa SMK.

Mengapa? Karena jurusan Administrasi Perkantoran terhalang pandemi. Sementara, banyak karyawan sedang kerja dari rumah atau WFH.

Permainan menghibur dari Fr. Anang.

Seorang bapak beserta istreinya juga mengeluh tentang kesulitan mendampingi puteri tunggalnya. Lantaran keduanya harus bekerja keras menghidupi nafkah keluarga.

Lebih memprihatinkan lagi, kuota pulsa gadget putrinya digunakan hanya untuk membuka aplikasi game dan medsos; bukan membuka materi pembelajaran dari guru kelasnya.

Tapi ada juga yang mensyeringkan keberhasilannya dalam belajar daring. “Dapat  belajar lebih mandiri, dapat mencari materi pembelajaran setiap mata pelajaran dengan baik”.

Menurut Ketua Bidang Pelayanan Ibu Cindy, sepanjang tahun  ahun 2021 sudah terbilang ada 28 anak telah mendapatkan bantuan SPP.

Sebagian dari anak-anak ini juga sudah mulai terlibat dalam hidup menggereja; baik sebagai putera-puteri altar, rasul cilik, aktif di SEKAMI.  

Kepada orangtua anak-anak dimohon agar melibatkan diri dalam berbagai kegiatan dan kepengurusan di lingkungan masing-masing.

Sesi bermain

Frater Fransiscus Anang Pr memandu permainan untuk anak-anak remaja. Ia menggunakan media selembar kertas putih dan satu alat tulis.

Mereka diminta menggambarkan minatnya. Lalu sarana apa yang harus dikerjakan untuk mewujudkan minat itu. Barulah kemudian, hasilnya disampaikan kepada teman di sebelahnya untuk diamati.

Ini dilakukan secara bergiliran sampai  beberapa kali. Barulah kemudian media itu dikembalikan lagi kepada pemilik kertas yang namanya tercantum di lembaran kertas tersebut.

Pada akhir permainan karya anak ditunjukkan kepada orangtua masing-masing dengan pesan agar orangtua dapat membantu cita-cita putera-puterinya.

Pada bagian lain, Kak Lely salah satu pengurus Bidang Pelayanan membimbing dan memandu anak-anak kecil bermain warna atau mewarnai gambar obyek pada kertas yang telah disediakan.

Natalan bersama kaum kasepuhan untuk mengurasi rasa kecewa tidak bisa ikuti misa perayaan Natal secara luring.

Natalan lansia di Wilayah X

Bidang Pelayanan juga mendukung secara aktif Perayaan Natal Lansia yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah X.

Diwujudkan dalam bentuk pemberian vitamin agar para sepuh tetap sehat.

Ketua Wilayah X Ibu Theresia menyatakan demikian, “Pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini, para lansia berada pada posisi dilematis. Karena  ingin hadir pada Misa Natal, tapi tidak bisa hadir di gereja atau pun kapel, karena berlaku pembatasan kuota”.

Maka ya kita adakan Perayaan Natal sendiri sebagai bentuk perhatian Pengurus Wilayah kepada mereka para sepuh, namun tetap setia pada iman dan juga telah berjasa mengembangkan lingkungan dan wilayah.

“Kami juga bersyukur, karena ada donatur mendukung acara ini sehingga ada sesuatu yang bisa dibawa pulang oleh para sepuh yang tentunya bermanfaat pada usia senjanya,” tambahnya.  

Sementara, Br Mungsi O.Carm mengajak para sepuh sejumlah 18 orang  yang hadir untuk bermain sederhana.

Dengan saling menyapa di antara mereka yang duduk di sebelah kanan-kirinya. Sapaan dilakukan dalam bentuk verbal serta gerakan tangan.

Bruder yang tinggal di Biara Ordo Karmel di Jl. Talang, Malang berharap para sepuh tetap rajin mendoakan anak cucu dan sahabat mereka, memberi nasihat dan teladan hidup kepada anak-cucu.

Juga, jangan suka mengumpat kalau kemauannya, misalnya, tidak dipenuhi anak-cucu.

Ada pepatah baik dalam bahasa Jawa berbunyi “sembur tutur dan wuwur” yang diuraikan pada kesempatan ini.

Perayaan Natal Lansia ini diselenggarakan hari Sabtu tanggal 8 Januari 2022 di rumah Bapak Vincent. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Gembala Pergilah Cepat-Cepat. Di penutup acara dinyanyikan lagu Gita Surga Bergema.

Dua lagu ini setidaknya dapat mengobati kerinduan para sepuh bisa merayakan Perayaan Natal secara daring.

Selamat Natal Para Sepuh.

Foto: Panitia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here