Apakah Saya Juga Tuli?

0
30 views
Pekerja disabilitas tuli, namun tetap produktif

Bacaan 1: 1Raj 11:29-32; 12:19

Injil: Mrk 7:31-37

Di tahun 1903, seorang yang memiliki keterbatasan tuli dan buta yaitu Hellen Keller menulis sebuah buku berjudul “Story of my Life”. Hellen ingin mengatakan dan membuktikan bahwa kekurangan bukanlah halangan berbuat kebaikan dan berkarya.

Bukunya sangat menginspirasi banyak orang bahwa setiap orang pasti terlahir punya kelebihan masing-masing.

Saat usia 19 bulan terkena penyakit yang membuatnya tuli dan buta. Helen kemudian tumbuh menjadi keras kepala, berlaku kasar dan cenderung merusak. Hingga akhirnya ada seorang guru bernama Anne Sullivan yang mampu mengubah hidupnya sejak usia tujuh tahun.

Dia selalu dikenang sebagai contoh kekuatan besar terhadap advokasi bagi orang-orang dengan disabilitas.

Seorang tuli (tidak bisa mendengar) biasanya juga bisu (tidak bisa berbicara) karena ia tidak bisa mendengar suatu percakapan atau bahasa.

Saat Tuhan Yesus tiba di daerah Dekapolis (kota-kota non Yahudi), ada orang yang membawa kepada-Nya seorang tuli dan gagap. Mereka meski tidak mengimani Yesus dan tidak mengenal Allah namun percaya pada kuasa Ilahi yang dimiliki-Nya.

Setelah melakukan tindakan penyembuhan lalu Ia bersabda:

“Efata!”, artinya: Terbukalah!

Orang tuli dan gagap itu dibuat-Nya mampu mendengar dan berkata-kata dengan baik.

Oleh “ketulian iman” Raja Salomo, Kerajaan Israel dinubuatkan terpecah menjadi dua. Kerajaan Israel (Utara) terdiri dari sepuluh suku Israel yang memberontak kepada Daud, yaitu Raja Yerobeam cucu Daud. Dan Kerajaan Yehuda (Selatan), terdiri dari dua suku Israel, yaitu Yehuda dan Benyamin yang tetap setia pada Daud.

Hal ini dikatakan oleh Nabi Ahia kepada Yerobeam, seorang pegawai Raja Salomo yang nantinya akan menjadi Raja Israel pertama.

“Ambillah bagimu sepuluh koyakan, sebab beginilah sabda Tuhan, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari tangan Salomo dan akan memberikan kepadamu sepuluh suku. Tetapi satu suku akan tetap padanya oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem, kota yang Kupilih dari segala suku Israel.”

Pesan hari ini

“Ketulian membuat kita gagap” terhadap sabda-Nya. Tidak mau dan tidak mampu mendengarkan sabda-Nya dalam Kitab Suci sehingga menjadi gagap iman.

Mari datang pada Tuhan Yesus dan membiarkan-Nya membuka “telinga hati”-mu.

“Hal-hal terbaik dan terindah di dunia ini kadang tidak bisa dilihat atau disentuh. Semuanya harus dirasakan dengan hati.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here