Bahagia Itu karena Bisa Bersyukur

0
78 views
Ilustrasi: Hidup bahagia. (Ist)

JIKA Tuhan “mengirim” banyak penderitaan, maka itu pertanda Ia memiliki rencana besar untukmu. Dan tentunya ingin menjadikan engkau orang kudus.” Santo Ignatius Loyola.

“Suster, suster… bahagia itu artinya apa?” tanya seorang remaja puteri sambil berlari-lai mendekati saya.

Saya melihat setangkai bunga mawar ada di tangannya. Spontan saya jawab dengan sedikit gurauan yang membuatnya langsung malu tersipu-sipu. “Kamu sedang jatuh cinta ya he… he…?’’

Percakapan sederhana itu ternyata mampu menggerakkan saya untuk merenung tentang kebahagiaan sejati. Ketika kita semua sekaran ini sudah memasuki Masa Prapaskah 2024 ini. Tidak banyak kata yang bisa saya ungkapkan. Namun mungkin ini adalah ungkapan hati saya terdalam. Sekaligus bentuk rasa syukur sekaligus kerinduan hati akan kebahagiaan abadi di surga.

Begini kata isi hati saya

Bahagia itu tidak selalu terlihat dari tubuh yang indah dan cantik. Namun kecantikan dan keindahan bisa terpancar dan dirasakan saat kamu membiarkan Dia yang mau menderita dan wafat untuk mengalahkan tubuh yang fana itu menguasai hatimu.

Bahagia tidak selalu bisa tertawa terbahak-bahak. Senyum kecil pun bisa menjadi pancaran kebahagiaanmu, jika itu keluar dari dalam hati terdalammu yang sudah terbiasa ditempa hinaan dan kesusahan. Seperti Dia yang terhina dan mengalami kesusahan oleh manusia tak berhati, Ia tetap memancarkan kebahagiaan, karena Dialah Sang Sumber Kebahagiaan Sejati.

Bahagia itu tidak selalu dipenuhi rangkaian kata-kata menarik yang keluar dari pikiran di kepala yang menurutmu cerdas. Dia yang tertusuk duri di kepala-Nya telah menumpahkan darah, agar manusia lebih mengutamakan hati yang berbelas kasih.

Bahagia tidak selalu istimewa di hadapan orang. Namun satu hal tak terduga akan membuatmu merasa Istimewa, ketika kamu merasakan Dia yang menderita telah menopang ketidakistimewaanmu. Ia rela menderita, wafat dan menjadi tidak istimewa seperti manusia terendah. Namun Ia mampu bangkit dan menjadikanmu istimewa bersama Dia. 

Bahagia itu sederhana. Ketika kamu mampu menerima pengalaman suka dan duka masa silam. Lalu bisa menjalani hari ini dengan penuh syukur, menapaki masa depan dengan penuh harap. Percaya rencana Tuhan selalu indah pada waktunya. Amin.

“Engkau hendaknya hanya minta satu hal saja kepada Allah: mencintai-Nya. Sisanya adalah ucapan syukur.“ Padre Pio

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here