Berani Mengakui Kesalahan?

0
250 views
Berani mengakui kesalahan?

Bacaan 1: Yeh 18:1-10. 13b. 30-32

Injil: Mat 19:13-15

Akhir-akhir ini kita disuguhi drama tertembaknya Brigadir J, sampai hari ini Polri masih bekerja keras untuk mengungkap kasus yang sulit ini karena banyak barang bukti yang hilang atau minimal teracak-acak.

Ada banyak pelaku yang diduga melakukan pelanggaran etik dan sampai hari ini masih dalam proses penyidikan, meski bharada E sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dimata hukum, hanya mereka yang bersalah harus menanggung hukuman.

Ada adagium, “lebih baik membebaskan seribu orang yang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah.”

Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu?

Bentuk protes bangsa Israel di pembuangan kepada Allah, mengapa nenek moyang yang berdosa, merekalah yang harus menanggung hukuman dari Allah.

Padahal tidak demikian, dalam bacaan hari ini Allah bersabda,

“Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati… Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya,…”

Demikian yang ditekankan oleh Nabi Yehezkiel kepada mereka.

Allah tidak akan menghancurkan Israel karena dosa-dosa masa lalu nenek moyangnya untuk generasi sesudahnya.

Maka Nabi berseru kepada umat agar lekas berbalik kepada Allah, sebab Ia tidak suka kematian seseorang.

Allah suka kepada mereka yang melemahkan diri dihadapan-Nya, sama seperti sikap kanak-kanak. Sikap hanya bergantung dan berserah kepada-Nya. Inilah sikap injili yang harus diteladani agar menjadi pemilik surga.

Dalam tradisi Yahudi, anak-anak merupakan simbol kelemahan dan tidak memiliki hak hukum.

“Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga.”

Kerajaan Surga merupakan suatu anugerah bagi mereka yang mau mengakui kelemahannya.

Pesan hari ini

Dalam penderitaan, jangan pernah melemparkan kesalahan pada orang lain apalagi menuduh Allah kejam. Akui kesalahanmu dan terima resikonya.

Tuhan selalu membuka tangan-Nya saat kamu mengakui kesalahan dan bertobat.

“Kesalahan terbesar adalah saat kamu sibuk sibuk mengurusi kesalahan orang lain.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here