Dibaptis dan Diutus dalam Kristus Yesus

0
46 views
Ilustrasi: Umat Katolik Paroki Katedral Malang menghadiri prosesi Misa Penerimaan Sakramen Krisma di Gereja Katedral Malang. (Panitia)

DALAM suratnya kepada jemaat di Efesus, Santo Paulus menegaskan bahwa mereka yang dibaptis menjadi satu warga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah (Efesus 2:19). Mereka mempunyai tugas menjaga persatuan keluarga Allah itu; jangan sampai terpecah-pecah (Lukas 11:17).

Credo Para Rasul menegaskan iman Gereja yang satu, yakni Gereja yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik.

Yesus Kristus hanya mendirikan satu Gereja dan menginginkan semua bersatu di bawah satu gembala (Yohanes 17:20).

Bagaimana kesatuan itu bisa dipertahankan? Karena Gereja didirikan di atas para rasul dan Kristus Yesus adalah batu penjurunya (Efesus 2:20), semua pengikut-Nya mesti berbagi Roh yang sama dalam Kristus. Dengan demikian mereka dapat dibangun menjadi satu rumah, tempat tinggal Allah di dalam Roh (Efesus 2:22).

Percaya bahwa Kristus itu batu penjuru berarti menjadikan Dia pusat kehidupan kita. Yesus Kristus itu acuan seluruh kehidupan Gereja. Konsekuensinya, mengenal Kristus yang benar dan secara benar amatlah penting.

Pertanyaannya, bagaimana kita dapat mengenal Kristus yang benar? Bukankah ada banyak gambaran, versi, dan opini tentang Dia? Bukankah ada pula yang membangun gambaran Kristus sedemikian sehingga sesuai dengan kepentingan mereka?

Kita perlu kembali ke sumbernya, yakni saksi utama kehidupan Kristus dan mereka yang Yesus pilih untuk menjadi pengajar resmi Gereja, yakni para rasul. Iman Kristen yang benar dibangun atas dasar para rasul, bukan atas pelbagai pandangan teologis yang terlepas dari ajaran para rasul.

Yesus memilih dan mengutus dua belas rasul. Mereka itu adalah “Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.” (Lukas 6:14-16).

Gereja mewariskan ajaran para rasul melalui para uskup yang ditahbiskan secara benar dan sah.

Mereka inilah yang menjaga kesatuan Gereja. Semua orang beriman mengikuti ajaran para uskup itu. Mereka yang dibaptis diutus untuk menjadi rasul dalam Kristus Yesus.

Sabtu, 28 Oktober 2023
Pesta Rasul Santo Simon dan Yudas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here