Doa Oikumene Tuhan Yesus

0
434 views
Oikumene

Bacaan 1: Kis 1:12-14

Bacaan 2: 1Ptr 4:13-16

Injil: Yoh 17:1-11a

Doa merupakan sebuah komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Orang beriman mengalami perjumpaan dengan-Nya dalam doa. Dalam doa, orang beriman juga mendengarkan apa yang menjadi kehendak-Nya.

Tuhan Yesus berkomunikasi dengan Bapa-Nya mendoakan persatuan para pengikut-Nya. Doa yang menggambarkan sebuah harapan Tuhan Yesus bagi persatuan para pengikut-Nya. Tuhan telah melihat jauh ke depan (saat ini) bahwa para pengikut-Nya akan terpecah-pecah.

Tuhan ingin bahwa semua orang Kristen harus bersatu. Sama seperti persatuan-Nya dengan Bapa-Nya di surga, Ia dan Bapa-Nya adalah Satu.

Gereja katolik meneladani doa persatuan Tuhan Yesus dalam sebuah gerakan Oikumene, untuk mempersatukan umat kristiani seluruh dunia. Paus Yohanes XIII membentuk “Sekretariat untuk Memajukan Persatuan Kristiani” pada tanggal 5 Juni 1960, terlibat dalam gerakan oikumene kontemporer.

Dalam sejarah gereja, pada tahun 1054 Gereja Katolik Orthodox di Timur memisahkan diri dari Katolik di Barat. Lalu tahun 1517 Gereja Protestan memisahkan diri dari Gereja Katolik.

Panggilan Oikumene adalah panggilan untuk bersatu kembali seperti pada abad yang keempat dahulu.

Paus Yohanes Paulus II mengeluarkan Encyclical on Ecumenism (Ut Unum Sint), 25 Mei 1995. Gereja Katolik berusaha keras untuk mengembalikan kelompok yang memisahkan diri, yaitu Gereja Katolik Orthodox di Timur dan juga Gereja Protestan.

Doa Tuhan Yesus:

“Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku,* sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. *Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.”

Para rasul juga memberikan teladan senantiasa tetap bersatu dalam persekutuan dan bertekun dalam doa bersama.

Sedangkan Santo Petrus memberikan peneguhan kepada jemaat Asia dan juga seluruh umat kristiani di seluruh dunia. Agar tetap teguh dalam iman meski mengalami penganiayaan.

“Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.”

Pesan hari ini

Umat kristiani seluruh dunia harus bersatu kembali dalam satu Gereja, itulah harapan Tuhan Yesus.

“Ada lebih banyak kekuatan dalam persatuan daripada perpecahan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here