Doa Rosario dan Misa Syukur Sambut HUT ke-90 Paroki Katedral Malang

0
16 views
Kelompok Legio Mariae Paroki Katedral Malang gelar perayaan ekaristi di SMM Malang. (Panitia)

“KESELAMATAN itu anugerah, tetapi juga harus ditanggapi dengan serius, harus diperjuangkan. Ada rahmat, tapi juga harus ada jawaban dari pihak manusia. Rahmat-Nya melimpah kalau ditanggapi, kalau  tidak ditanggapi tidak menghasilkan apa-apa”.

“Juga kalau rahmat menggebu-gebu tetapi tidak ada rahmat dari atas juga tidak menghasilkan apa. Kalau hari ini, berkumpul disini 16 Orka itu merupakan bagian dari upaya menanggapi tawaran keselamatan Allah, selebihnya bagian dari upaya menjadi garam dan hidup berdamai satu sama lain dengan kata lain memberi kesaksian”. 

“Injil hari ini (Mrk.9:41-50) mengingatkan bahwa keselamatan itu anugerah dan harus diperjuangkan. Keselamatan dalam bahasa Legio Mariaemenjadi kudus. Tujuan Legio Maria e adalah kemuliaan Allah; melalui kekudusan para anggotanya. Hal ini juga berlaku juga untuk Orka-orka lainnya. Kemuliaan Allah melalui kekudusan para anggotanya. Kekudusan identik dengan keselamatan.”

Perayaaan ekaristi kelompok Legio Mariae di Seminari Monfortan Malang. (Panitia)

“Menuju kekudusan jadi tujuan Legio Mariae. Kekudusan dipahami menjadi serupa dengan Yesus Kristus dikembangkan melalui doa dan kerasulan. Legio Mariae jangan lagi dipandang sebagai kelompok ibu-ibu pendoa. Mereka para legioner adalah kelompok kerasulan awam. Dengan merasul menjadi serupa dengan Yesus dan membawa sesama untuk serupa dengan Yesus. Orka-orka lainnya juga sama”.

“Apa yang khas pada Legio Mariae mereka memandang bahwa tugas membentuk seseorang menjadi serupa dengan Yesus adalah tugas Maria dan Gereja. Peran Maria dan Gereja adalah melahirkan orang-orang yang serupa dengan Yesus. Kerasulan mereka sebagai ambil bagian dalam tugas keibuan Maria”.

“Maka kalau mereka para legioner merasul mereka berpartisipasi ikut ambil bagian dalam peran Maria dalam melahirkan dan membesarkan umat beriman. Mereka diharapkan hari-demi hari menjadi seperti Maria yang telah melahirkan Yesus dan membesarkan. Kerasulan mereka difahami suatu bentuk ambil bagian dalam tugas melahirkan dan membeserkan umat beriman. Dan tugas Maria identik tugas Gereja”.

Demikian penggalan homili Pastor Gregorius Pasi SMM pada Misa Syukur menyambut HUT ke-90 Paroki SPMGK Katedral Malang.

Misa Syukur yang dilaksanakan pada Kamis 23 Mei 2024 pagi hari dipersembahkan oleh Rektor Seminari Tinggi SMM Pastor Gregorius Pasi SMM dan konselebran Pastor Rekan Paroki SPMGK Katedral Malang Pastor Ignasius Joko Purnomo O.Carm.

Umat mengitkuti perayaan ekaristi Legio Mariae di Gua Maria Seminari Monfortan Malang. (Panitia)

Enam presidium Legio Mariae

Enam Presidium Legio Mariae yang tergabung dalam Kelompok Satu dengan dukungan Seksi Orka dan Bidang Kesaksian Paroki berpartisipasi aktif untuk mempersiapkan pelaksanaan Doa Rosario dan Misa Syukur. Mereka mengambil tempat pelaksanaan Doa Rosario dan Misa Syukur di Pelataran Gua Maria Pelindung Perjalanan/Biara SMM Malang.

Doa Rosario yang dilaksanakan sebelum misa dipandu oleh para anggota Presidium Mater Sancta Spei. Lektor dan Pemazmur dalam misa juga dari Presidium Mater Sancta Spei. Petugas koor dari anggota Presidium Bintang Timur dan Prapresidium Maria Bunda Berbelas Kasih.

Ketua Panitia Presidium Rumah Kencana yang juga mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan. Seksi konsumsi serta tambahan dana dari Presidium Annunciata. Putera-puteri altar dari misdinar Kapel Santo Bonifasius Landungsari.

Peran serta para Frater Montfortan juga sangat mendukung pelaksanaan misa mulai dari membersihkan dengan menyapu pelataran, menyiapkan altar persembahan, sebagai organis dan mendampingi imam pada saat membagikan komuni.

Misa kali ini unik, karena altar persembahan ada di dalam ruang Gua Maria. Sedangkan umat duduk di atas tikar-tikar lipat serta kursi-kursi plastik yang disediakan di bawah kanopi alam yang rindang. Itu karena banyak tanaman yang tumbuh dengan daun yang lebat. Sejak acara dimulai pukul 09.00 sd 12.00 WIB suasana tetap sejuk, tanpa harus menyedikan tenda besar. 

Kegiatan penerimaan komuni saat digelar perayaan ekaristi bagi para anggota Legio Mariae di kompleks Seminari Monfortan Malang. (Panitia)
Umat tertib mengikuti gelaran perayaan ekaristi dalam rangka Legio Mariae di Seminari Monfortan Malang. (Panitia)

Diperkirakan jumlah umat yang hadir untuk mengikuti Doa Rosario sebelum misa dan dilanjutkan dengan Misa Syukur berjumlah lebih dari 250 orang. Mereka perwakilan anggota dari 16 Orka yang ada di paroki serta perwakilan umat dari 32 lingkungan yang ada di paroki.

Dalam mengisi waktu jeda antara Doa Rosario dengan misa disampaikan promosi Orka-orka oleh ketua masing-masing Orka kepada seluruh umat yang hadir dengan harapan umat yang hadir tertarik dan menyediakan diri untuk bergabung ke dalam salah satu Orka yang ada di paroki.

Pada bagian akhir misa sebelum berkat penutup disampaikan terimakasih

“Saya atas nama Pastor Paroki Katedral Malang menyampaikan terima kasih kepada Romo Goris SMM yang telah mengizinkan Orka-orka Paroki Katedral Malang melaksanakan kegiatan Doa Rosario dan Misa di Pelataran Gua Maria ini dalam rangka menyambut HUT ke-90 Paroki,” demikian disampaikan oleh Romo Joko O.Carm.

“Saya juga mengajak para umat untuk bergabung ke dalam Orka yang ada di paroki dalam rangka merasul dan berbagi kepada sesama umat paroki,” demikian imbuhnya.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Panitia Kelompok Satu yang telah dapat melaksanakan programnya, juga terimakasih kepada para donatur yang tidak dapat kami sebut satu persatu. Kepada Kelompok Dua yang akan melaksanakan program kegiatan ‘Malam Doa dan Puji-pujian’ pada bulan Juli 2024 agar mulai mempersiapkan segala sesuatunya. Kepada seluruh yang hadir terima kasih dan sampai jumpa pada kegiatan berikut.” D

emikian kata Ketua Bidang Kesaksian Bu Maria Erna.

Mengingat bahwa pelataran Gua Maria ini juga menjadi tujuan wisata religi umat dari berbagai kota. Maka sesudah kegiatan selesai, Panitia dan Pengurus Bidang Kesaksian bahu-membahu membersihkan kembali pelataran. Dengan melipat tikar lipat yang telah digunakan, mengembalikan kursi-kursi pada tempatnya.

Dilakukan sehingga pelataran Gua Maria menjadi nyaman kembali untuk digunakan oleh kelompok-kelompok doa lainnya.

Foto: Panitia Kelompok 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here