Dokter Itu Perpanjangan Kasih Tuhan: Pengalaman Jadi Dokter Magang (1)

0
1,949 views

TULISAN ini merupakan catatan pribadi tentang pengalaman saya selama lebih kurang selama 5 bulan telah menjalani tugas sebagai dokter magang sebuah rumah sakit di Lubuk Basung, Sumatera Barat.

Internship merupakan program pemerintah melalui Depkes bagi fakultas kedokteran yang telah menerapkan kurikulum problem-based Learning dimana setelah selesai pendidikan preklinik (perkuliahan) dan klinik (co-assistant di rumah sakit pendidikan) setiap dokter baru wajib bekerja di RSUD yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan masing-masing provinsi.

Sejak Agustus 2011 sampai setahun ke depan, saya mengikuti program ini. Saya mendapat tempat magang di RSUD Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kabupaten ini berjarak lebih kurang 2 jam perjalanan darat dari Padang, kota asal saya. Di situ ada 9 rekan sejawat lain yang bertugas di RS yang sama. Termasuk tambahan 5 teman sejawat lain yang  belakangan ditempatkan baru 1 bulan terakhir.

Berinteraksi dengan pasien
Ini pengalaman pertama saya langsung berinteraksi dengan pasien. Sebagai dokter baru,ada rasa canggung dan tidak percaya diri saat memeriksa pasien. Terutama saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dimana pasien yang datang sangat beragam mulai dari yang sangat gawat dan harus segera membutuhkan pertolongan, namun ada pula yang hanya rawat jalan.

Sering juga timbul rasa bersalah dan kecewa pada diri sendiri jika tidak dapat memberikan pertolongan maksimal pada pasien yang ditolong. Terkadang ada beban tersendiri dalam bertugas, karena profesi ini berhubungan langsung dengan nyawa manusia.

Saya selalu berdoa saat sebelum bertugas. “YaTuhan, mohon bimbinganMu… Semoga apa yang saya lakukan hari ini dapat meringankan dan menyembuhkan pasien yang datang berobat,” demikian kurang lebih “isi doa” pribadi sebelum memegang stetoskop memeriksa pasien. (Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here