Don’t Judge a Book by It’s Cover

0
222 views
Ilustrasi: Munafik. (Ist)

Puncta 10.06.23
Sabtu Biasa IX
Markus 12: 38-44

PEPATAH ini mau mengatakan kepada kita agar berhati-hati dan bijaksana. Jangan menilai orang hanya dari permukaannya saja. Apa yang kita lihat dari luar, sering kali mengecoh penilaian atau pendapat kita.

Bisa jadi apa yang kita lihat di luarnya, tidak sama dengan apa yang sesungguhnya. Jangan mudah terkecoh dengan “casing” yang bagus. Belum tentu isinya berkualitas.

Tidak jarang kita lihat, orang dengan penampilan seperti preman, kasar, menakutkan dan berantakan, ternyata dia mempunyai kepribadian yang sangat baik, lembut hati dan penuh perhatian.

Sebaliknya, banyak juga kita yang tertipu dengan tampilan alim, tutur katanya santun, tindak tanduknya menarik dan memenuhi harapan, ternyata sangat bertolak belakang dengan kepribadian aslinya.

Medsos sangat mendukung penampilan luar seseorang. Fotonya di status kelihatan mulus, cantik, putih dan menarik, ternyata itu hanya hasil editan dari perangkat aplikasi di medsos. Jangan mudah tertipu oleh penampilan luar.

Yesus juga menasehatkan kepada para murid-Nya agar waspada dan hati-hati terhadap ahli-ahli Taurat.

Penampilan luarnya sangat religius, alim, suci dan saleh. Mereka suka berjalan dengan pakaian panjang, suka dihormati, suka duduk di tempat terdepan, doanya panjang-panjang biar stipendiumnya besar.

Berbeda dengan janda miskin yang penampilannya seadanya. Doanya hanya singkat. Ia tidak mampu merangkai kata-kata manis di mulut.

Ia memberi persembahan hanya dua peser, tidak sebanding dengan persembahan orang kaya yang sangat banyak.

Di mata Yesus, janda ini mempunyai kepribadian yang lebih baik dibanding orang-orang kaya.

Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya; semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

Janda itu tidak “eman-eman” memberi seluruh miliknya kepada Tuhan. Ia percaya semua adalah pemberian Tuhan.

Jika kita tidak sayang dengan anugerah Tuhan, maka Dia pun akan lebih memberi dengan kelimpahan.

Jika kita tidak mau memberi, maka Tuhan pun tidak akan menganugerahkan pada kita, kecuali jika kita mendapatkannya dengan tidak jujur.

Hati-hatilah dengan kemunafikan yang dipertontonkan secara telanjang di depan mata kita.

Jangan mudah terkecoh melihat penampilan luarnya. Telitilah secara lebih mendalam agar kita tidak dikecewakan di kemudian hari.

“Teliti sebelum membeli” adalah nasehat baik untuk tetap waspada dan hati-hati.

Waljinah menasehati kita dengan lagunya, “Aja sok gampang janji wong manis yen ta amung lamis. Becik aluwung prasaja nimas ora agawe cuwa.

(Jangan mudah obral janji jika hanya berpura-pura. Lebih baik terbuka tidak akan bikin orang kecewa).

Membaca buku di atas sepeda,
Tahu-tahu tersesat entah kemana.
Orang munafik bertopeng ganda,
Di luar baik, di dalam bak serigala.

Cawas, hati-hati serigala berbulu domba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here