Falsafah Jawa: Mo Limo

0
218 views
Ilustrrasi-Ajakan dan larangan (Sulets)

Bacaan 1: Why 22:1 – 7
Injil: Luk 21:34 – 36

DALAM tradisi filsaft Jawa, kami mengenal sebuah ajaran kebaikan untuk menjauhi yang namanya “Mo Limo”.

Falsafah Jawa yang tersusun dari kata Mo yang berarti M dan Limo yang berarti Lima atau Lima M.

Kelima M itu adalah: main (berjudi), mendem (mabuk akibat minuman keras), medok (main perempuan), madat (narkoba), dan maling (mencuri).

Pelanggaran terhadap prinsip Mo Limo dipercaya akan membawa petaka dalam hidup.

Dalam injil hari ini, secara tegas Tuhan Yesus meminta para pengikut-Nya untuk menjauhi kemabukan (akibat minuman alkohol) serta hura-hura yang bisa membawa seseorang pada keadaan lupa daratan.

“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.”

Tuhan meminta agar para pengikut-Nya bertekun dalam doa agar dikuatkan dan dijauhkan dari hal-hal keduniawian. Selain tidak baik bagi kesehatan (penyiksaan diri) namun juga bisa berakibat melakukan hal-hal yang tidak terkontrol.

Bahkan tidak jarang, akibat mabuk orang bisa memperkosa dan membunuh orang lain.

Jika taat melaksanakan perintah itu, maka terluput dari pencobaan dan tetap tegak kepala saat Hari Tuhan tiba.

“Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!”

Sebuah ganjaran kasih karunia hidup kekal dalam ruang ilahi yang indah telah menanti bagi mereka yang dibenarkan saat Hari Tuhan. Oleh Yohanes ruang ilahi itu digambarkan sebagai berikut:

Adanya sungai air kehidupan yang jernih bagaikan kristal dan mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba.

Di seberang-menyeberang sungai, ada pohon-pohon kehidupan yang terus berbuah sepanjang tahun (setiap bulan), daunnya bisa untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

Di situ tidak akan ada lagi laknat. Kita akan melihat wajah Allah dalam keadaan yang sebenarnya. Tidak ada lagi kegelapan (kejahatan atau malam) karena Allah hadir di tengah-tengah kita dalam kemilau-Nya yang mengalahkan sinar matahari.

Kita akan hidup memerintah seperti raja selama-lamanya.

Pesan hari ini

Sangat penting untuk bisa menjauhi keburukan dalam “Mo Limo”, sehingga tidak jatuh dalam pencobaan namun akan dibenarkan saat Hari Tuhan.

Ganjaran bagi yang taat adalah hidup di ruang ilahi yang kekal dan penuh kelimpahan serta punya kuasa bagai raja selamanya.

“Segala cobaan adalah cara Tuhan untuk menguatkan, lakukan yang terbaik bagi Tuhan. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here