Fransiskus Assisi Merintis Persahabatan dengan Kelompok Muslim (2)

0
239 views
Lukisan yang menggambarkan pertemuan hangat antara Fransiskus Assisi dan Sultan Malik al Kamil di Damietta, Mesir, tahun 1219. (Ist)

TAHUN 1219, Fransiskus Assisi datang menjumpai Sultan Malik al Kamil di Damietta, Mesir.

Didorong oleh keinginan untuk mewartakan Kristus kepada bangsa-bangsa beragama Islam, Fransiskus lalu mengutus lima orang Saudara bermisi ke Maroko, Afrika Barat Daya. Namun, kelima misionaris itu kemudian malah mati karena iman mereka.

Mereka mati sebagai martir pada bulan Januari 1220. Fransiskus sendiri mencoba beberapa kali untuk mengunjungi Maroko namun selalu gagal.

Sampai akhirnya pada tahun 1219, ia sendiri berhasil sampai di Damietta, Mesir, di mana masih berlangsung pertempuran sengit antara kelompok Kristiani dengan kelompok tentara Islam. Kancah peperangan ini terjadi dalam era Perang Salib V. Namun, kedatangan Fransiskus ke Damietta di Mesir ini justru disambut hangat Sultan Malik al Kamil. Setelah pertemuan dengan Sultan, Fransiskus pulang kembali ke Assisi.

Serahkan tugas dan tanggungjawab pimpinan Ordo

Pada tahun 1220, Fransiskus melepaskan jabatan kepemimpinan Ordo dan kemudian menyerahkannya kepada Pietro Cattani, salah satu dari kelompok para Saudara Pertama. Namun Fransiskus tidak melepaskan tuntunan spritual bagi Persaudaraan sebagaimana dinyatakan di dalam tulisan-tulisannya.

Kapitel Tikar di Assisi tahun 1221

Tanggal 30 Mei 1221 para Saudara berkumpul di Assisi untuk mengadakan perayaan Kapitel yang disebut “delle stuoie”  atau Kapitel Tikar di mana berpartisipasi jumlah Saudara yang luar biasa sekitar 5.000 orang. Pada kesempatan berlangsungnya Kapitel Tikar ini, hadirlah Santo Antonius Padua.

Di sini dibahas teks Anggaran Dasar agar kemudian bisa disahkan Takhta Suci. Pada kesempatan itu pula, berhasil terpilihlah Saudara Elias menjadi Vicaris General untuk mengambil posisi Saudara Pietro Cattani yang sudah meninggal sejak 10 Maret 1221.

Anggaran dasar yang dikenal sebagai “Anggaran Dasar Tanpa Bulla” ini dibahas dan disahkan dalam kapitel tahun 1221.

Namun, Anggaran Dasar ini tidak diterima oleh Tahta Suci karena terlalu panjang. Juga karena bahasanya kurang memiliki karakter yuridis. Setelah satu tahun proses revisi teks di mana terjalin kerjasama dengan Kardinal Ugolino dari Ostia yang kemudian menjadi Paus Gregorius IX.

Pada tanggal 29 November 1223, Paus Honorius III akhirnya berkenan mengesahkan Anggaran Dasar Ordo Saudara Dina. Terjadi dengan terbitnya bulla berjudul Solet Annuere. (Berlanjut)

Baca juga: Mengenal Santo Fransiskus Assisi dari Kisah Pertobatannya (1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here