Ginjalku untuk Selamatkanmu

0
237 views
Graham McMillan, pria asal Texas, rela berkorban bagi sahabatnya, Danny Kolzow yang terlahir dengan penyakit ginjal langka. (Ist)

Bacaan 1: Bil 21:4 – 9
Bacaan 2: Flp 2:6 – 11
Injil: Yoh 3:13 – 17

TIGA hal penting dalam hidup adalah: kasih, keluarga, dan sahabat.

Sahabat adalah seseorang yang tak memiliki pertalian darah namun selalu ada, baik di saat suka maupun duka.

Ia selalu ada di saat kita membutuhkan.

Demi sahabat, seseorang mau berkorban melakukan apa saja.

Graham McMillan, pria asal Texas rela berkorban bagi sahabatnya, Danny Kolzow yang terlahir dengan penyakit ginjal langka.

Graham menawari dirinya menjadi pendonor ginjalnya.

Sambil berjalan masuk ke rumah sakit di mana Danny dirawat, Graham membawa poster dengan tulisan besar, “Heard urine need of a kidney. Want mine?”

Mereka berpelukan, Graham sempat berkata, “Ginjalku akan berada dalam tubuhmu.”

Tema Bulan Kitab Suci Nasional 2021, “Yesus Sahabat Seperjalanan Kita.”

Sebagai “Sahabat”, Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kita.

Jika Graham rela memberikan ginjalnya untuk menyelamatkan sahabatnya Danny, Tuhan Yesus bahkan rela memberikan nyawa-Nya untuk menebus dosa manusia.

Itulah kenapa, salib katolik harus ada corpus (tubuh) Yesus. Simbol seorang “sahabat” yang rela berkorban nyawa-Nya.

Yesus tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah, sebagai milik yang harus dipertahankan. Ia mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba, menjadi sama dengan manusia.

Sebagai manusia, Ia merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati di kayu salib.

Demikian peneguhan Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi.

Selama perjalanan sejak keluar dari Mesir, Bangsa Israel selalu menyusahkan Allah.

Mereka terus bersungut-sungut, mengeluh dan bahkan menyesali kepergiannya dari Mesir.

Allah menghukum mereka melalui serangan ular tedung, atas ketidakpercayaan mereka. Sehingga banyak orang mati terpagut oleh ular itu.

Namun ketika mereka menyesali sikapnya, Tuhan tetap mengasihi mereka.

“Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.”

Demikian sabda-Nya kepada Musa.

Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan di salib.

Mereka yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Itulah bukti kasih Allah yang telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, untuk menebus dosa kita.

Pesan hari ini

Salib dengan corpus Christi (tubuh Yesus) adalah simbol ‘sahabat’ yang rela mengorbankan nyawa-Nya.

Corpus Christi itu mengajarkan kita akan kasih Allah yang tak terbatas.

“Tiada kasih lebih besar daripada kasih seorang yang menyerahkan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here