Hidup Tidak Seperti Torak

0
243 views
Torak (tempat benang) pada alat tenun

Bacaan 1: Ayb 7:1-4. 6-7

Bacaan 2: 1Kor 9:16-19. 22-23

Injil: Mrk 1:29-39

Seorang temanku katolik memaknai keimanannya secara bisnis. Relasi antara majikan dan pekerja, baginya sebagai katolik setelah dibaptis maka kewajibannya adalah pergi ke gereja, memberi kolekte dan bayar urunan saat ada kegiatan gereja dan di Lingkungan sudah cukup.

Dia tidak mau disibukkan dengan berbagai aktifitas gereja dan pelayanan, menurutnya hanya membuang-buang waktu saja. Pokoknya sudah membayar maka kewajibannya selesai.

Menjadi katolik tidak hidup seperti torak yang selesai (kosong) atau sia-sia.

Hari ini Rasul Paulus menanggapi kritikan para pengajar kristen palsu di Korintus. Paulus dianggap sebagai pengajar dan rasul yang tidak mumpuni karena kemiskinan dan tidak pandai bicara. Rasul berbicara tentang hak dan kewajiban seorang rasul dan pengajar iman kristiani.

Kewajiban seorang rasul dan orang Kristen,

“…jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”

Sedangkan haknya adalah:

“Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah…. , pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.

Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil…”

Seorang pengajar iman, memang pantas diberi upah. Namun Paulus memilih tidak mengambil haknya itu. Karena, sebagai seorang Kristen mewartakan injil adalah sebuah keharusan.

Hal ini diteladankan sendiri oleh Tuhan Yesus,

“Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

Menjadi katolik janganlah hidup seolah tanpa harapan seperti yang dipikirkan oleh Ayub,

“Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan. Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik.”

Torak adalah alat tenun berupa tabung kecil yang dalamnya berisi kumparan benang pakan. Diakhir kegiatan tenun maka torak akan kosong (benangnya habis). Jadi, Ayub merasa bahwa hidup pada akhirnya hanyalah kekosongan saja atau sia-sia.

Pesan hari ini

Bermisi (mewartakan injil) bagi seorang katolik adalah keharusan.

Evangelisasi tidak melulu harus pegang Kitab Suci kemana-mana. Namun hiduplah sesuai teladan Kristus maka setiap orang akan melihat Yesus dalam perilakumu.

“Jadilah seperti lilin, ia menghabiskan dirinya sendiri untuk menerangi jalan bagi orang lain.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here