Iman yang Membuat Utuh Kembali

0
200 views
Berjuang dalam iman

ORANG bisa mengungkapkan iman secara langsung dan terus terang; bisa pula secara diam-diam.

Bagaimana pun caranya, buahnya bisa serupa. Itulah yang kita baca dalam injil hari ini (Matius 9:18-26).

Ada dua peristiwa iman di sana.

Pertama, iman dari kepala rumah ibadat yang meminta agar Yesus meletakkan tangan-Nya atas anak perempuannya yang baru saja meninggal (Matius 9:18). Secara terbuka dia menyembah Yesus dan meminta kepada-Nya.

Kedua, iman perempuan yang telah dua belas tahun mengalami sakit pendarahan (Matius 9:20). Secara tersembunyi dia menyentuh jubah Yesus dan percaya bahwa dia bakal sembuh (Matius 9:21).

Mengapa dia mendekati Yesus secara sembunyi-sembunyi?

Karena penyakitnya membuat dia najis dan tidak boleh berada di tengah khalayak ramai. Namun, demi kesembuhan dirinya, dengan penuh iman dia menyelinap di tengah orang banyak.

Buah dari keduanya sama, yakni keselamatan. Wanita itu disembuhkan dari sakit fisik, sosial, dan rohani. Bukan hanya pendarahannya berhenti, tetapi dia bisa dengan aman dan nyaman tinggal di tengah orang banyak.

Sementara anak kepala rumah ibadat itu hidup kembali setelah Yesus memegang tangan anak itu. Di sini, Yesus secara terbuka melakukannya di depan mereka yang menertawakan-Nya (Matius 9:24).

Jawaban atau tanggapan Yesus itu menunjukkan bahwa Dia mempunyai kekuatan yang menyembuhkan dan menghidupkan.

Ini mengingatkan kita akan identitas Yesus dalam injil Yohanes, “Akulah kebangkitan dan hidup” (Yohanes 11:25).

Yesus dapat memberikan hidup dalam arti yang penuh, yakni secara fisik, sosial, dan rohani. Yesus memulihkan secara utuh (fisik, sosial, dan rohani), baik wanita yang sakit pendarahan maupun anak kepala rumah ibadat.

Membuat mereka utuh kembali. Marilah berdoa agar Yesus menyembuhkan kita dan membuat kita utuh kembali.

Senin, 10 Juli, 2023

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here