Iman yang Tumbuh

0
428 views
Ilustrasi: Yesus menyembuhkan orang tuli, by Elizabeth Wang

Minggu, 19 03 2023

  • 1Sam. 16:1b,6-7,10-13a.
  • Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Ef. 5:8-14.
  • Yoh. 9:1-41 (panjang)

KISAH orang buta yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus menjadi kisah kita dalam beriman pada Tuhan Yesus.

Beriman itu sebuah proses, terbentur-terbentur terbentuk, seperti tukang periuk menjadikan tembikar dari tanah liat.

Pembuat tembikar menyiapkan adonan dari tanah liat lalu dibentuk menjadi tembikar yang sesuai dengan mimpi dan imajinasinya, dengan cara membanting, membenturkan, membakar tanah liat itu hingga berbentuk sesuai mimpi dan harapan sang tukang tembikar.

Kita ini adalah tanah liat di tangan Allah, biarkan semua terjadi seauai dangan kehendak Allah.

Allah menjalankan proses yang baik dan penuh perhitungan hingga hidup beriman kita semakin tahan uji dan tahan banting, militan dan tidak mudah putus asa.

Seorang ibu, syering tentang perjuangannya mengikuti Yesus.

“Saya dulu menjadi Katolik karena mengikuti suami,” katanya.

“Semua berjalan mulus dan menyenangkan,” lanjutnya.

“Suamiku baik sekali, dia mengajari cara berdoa dan membimbingku hidup menggereja,” ujarnya.

“Kebahagiaan kami menjadi seakan sempurna ketika dari pernikahan kami, kami dianugerahi seorang anak laki-laki yang sehat,” sambungnya.

“Namun semua keindahan itu tidak berlangsung lama, karena ketika kami pulang ke kampung saya, suami saya terkena serangan jantung dan meninggal,” urainya.

“Sepeninggal suami saya, saya berusaha bekerja sekuat tenaga, untuk biaya hidup saya dan anakku.

“Bahkan keluargaku memintaku kembali ke agamaku sebelumnya,” paparnya.

“Namun aku tolak, hingga mereka marah dan mengambil sikap yang menjauh dariku,” lanjutnya.

“Semakin mereka memaksa dan memusuhiku, saya semakin mengalami cinta dan kasih Tuhan Yesus,” lanjutnya.

“Ancaman dan intimidasi. Tidak membuatku gentar, tetapi justru memguatkan kuat mengikuti Tuhan,” sambungnya

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian,

Katanya: “Aku percaya, Tuhan.” Lalu ia sujud menyembah-Nya.

Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”

Tidak mudah bagi orang buta yang sekarang sudah bisa melihat ini untuk sampai pada tahap pengakuan, ”Aku percaya Tuhan” dan sujud menyembah Yesus.

Perhatikan bahwa proses pengenalan dan iman kepada Tuhan Yesus itu bertumbuh seiring dengan interogasi yang dia lalui.

Terang yang dia terima tidak hanya mencelikkan matanya tetapi juga mata hatinya.

Dia mengakui bahwa kesembuhannya hanya diperoleh melalui Tuhan Yesus yang tergerak oleh belas kasihan untuk menyembuhkannya.

Dan kesaksiaannya di hadapan para tetangga dan orang-orang Farisi juga keluarganya semakin meneguhkan pengenalan dan keyakinan imannya bahwa hanya Tuhan Yesus, Anak Manusia yang diutus oleh Allah yang paling berdaulat di dalam hidup ini.

Pengakuan dan sikap orang buta yang sudah sembuh ini menjadi cermin bagi kita untuk mengimani kedaulatan Tuhan Yesus di dalam hidup kita.

Bagaimana dengan diriku?

Proses beriman seperti apa yang aku jalani?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here