In Memoriam Romo FX Didik Bagiyowinadi Pr: Berterimakasih pada Dokter yang Menyelamatkan Nyawanya

0
449 views
RIP Romo FX Didik Bagiyowinadi Pr - Imam diosesan Keuskupan Malang. (Ist)

DESEMBER 2020 lalu, ketemu Ibu Raymunda Haryanti, setelah selesai memimpin ibadat Minggu Adven ke-3 di Stasi Sukoreno.

Ia bercerita, “Le, kapan kowe mulih? Kapan rampung sekolah? Lajeng njawab, Buk, sedhela maneh. Iki pembimbingku suster. Teliti banget nggone koreksi.”

“Pak Eko, terima kasih, ya. Menyempatkan memimpin ibadat sabda. Sulit sekarang, ya, karena romo paroki juga sakit,” lanjut ibunda almarhum Romo FX Didik Bagiyowinadi, Pr.

Romo Didik. Ingatan melesat ke masa tahun 2015.

Saat mengisi kursus Perjanjian Baru di Paroki Maria Tak Bernoda, Tanggul, ia berkisah tentang pengalaman penyembuhan.

Mula-mula dikisahkan tentang ibu mertua Petrus yang kena sakit demam.

Saat kecil, tutur romo yang belum lama menyelesaikan studi doktoral Kitab Suci di Manila, dirinya kena demam tinggi. Sudah tidak kuat. Mengigau dan diare parah.

Semua panik, terutama ibu dan bapak.

Mencari pengobatan di daerah Sukoreno, Kencong, pokoknya di jalur selatan Jember, tidak menemukan satu pun klinik atau tenaga yang sanggup. Akhirnya, mereka sampai di Rambipuji, 10 kilometer selatan kota Jember.

“Di kota kecamatan itu, kami mendapati sebuah tempat praktik yang buka. Bapak membawa saya masuk ruang periksa. Dan segera ditangani,” kenang almarhum Romo Didik.

Puluhan tahun setelah peristiwa itu.

“Dokter, pasti dokter tidak ingat. Puluhan tahun lalu saat saya kecil, dokter menyelamatkan saya. Tanpa penanganan cepat dari dokter, saya tidak mungkin menjadi pastor Katolik sekarang. Terima kasih, dokter. Saya selalu mendoakan,” kata Romo Didik ketika menyempatkan diri mampir ke ruang praktik di dekat jembatan Kali Putih, Rambipuji, Jember, dalam perjalanan dari Banyuwangi ke Malang, di sore yang cerah.

“Saya pasti lupa. Alhamdulillah, saya hanya menjadi alat saja,” jawab Dr. Soemarmo yang kini sudah sepuh dan sangat religius.

Dominus providebit tibi vitam aeternam.

Selalu berterima kasih, seperti ibunya.

01.03.2021. bm-1982. ac eko wahyono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here