Mat 10: 26-33
SUATU hari seorang anak kecil berjalan bersama ayahnya melewati jalan yang gelap. Anak itu terus memegang erat tangan ayahnya. Ia tetap mendengar suara-suara yang menakutkan dari sekitar, tetapi ia tidak panik.
Ketika ditanya mengapa ia tidak takut, anak itu menjawab, “Karena Ayah ada di sampingku.”
Jalan yang gelap tidak berubah. Suara-suara yang menakutkan juga tidak hilang. Yang berubah adalah keyakinan anak itu bahwa ia tidak berjalan sendirian.
Sering kali kita berpikir bahwa hidup bebas dari rasa takut berarti semua masalah harus hilang terlebih dahulu. Padahal, kebebasan sejati bukanlah hidup tanpa masalah, melainkan hidup dengan keyakinan bahwa Tuhan menyertai kita dalam setiap masalah.
Dalam bacaan Injil hari ini, kita dengar demikian, “Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”
Burung pipit adalah burung kecil yang nilainya sangat murah pada zaman Yesus. Namun demikian, tidak seekor pun jatuh ke tanah tanpa sepengetahuan Bapa di surga.
Jika burung kecil yang tampaknya tidak berarti saja diperhatikan oleh Tuhan, apalagi kita yang diciptakan menurut gambar-Nya dan ditebus dengan kasih-Nya.
Sering kali ketakutan muncul karena kita merasa sendirian atau merasa tidak diperhatikan. Ketika masalah datang bertubi-tubi, kita mulai bertanya, “Apakah Tuhan masih peduli?”
Ketika doa belum terjawab, kita mulai berpikir, “Apakah hidupku masih berharga di hadapan Tuhan?” Yesus menjawab keraguan itu dengan sangat jelas: “Kamu lebih berharga.”
Hari ini Tuhan mengundang kita untuk melepaskan ketakutan yang lahir dari perasaan tidak aman.
Kita berharga di mata-Nya. Kita dikenal, diperhatikan, dan dikasihi. Tidak ada satu pun air mata, pergumulan, atau kecemasan yang luput dari perhatian Tuhan.
Bagaimana dengan diriku?
Apakah saya sungguh percaya bahwa Tuhan mengenal dan memperhatikan hidup saya secara pribadi?











































