Kiong Koe Berkicau: Hidupku Kok Sempoyongan

0
91 views
Ilustrasi.

Mrk. 1:14-20

Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah pada Injil. Hal pewartaan Kerajaan Allah sudah dekat, bisa saja dipahami, oh mungkin tinggal beberapa saat lagi.

Dia sudah datang.

Munculnya Tuhan Yesus, ke publik, itu menandakan kerajaan Allah sudah ada. Namun, untuk menemukan Dia. Kita semua diundang kepada pertobatan. Diundang untuk meninggalkan dan menanggalkan kebiasaan “lama”.

Umat Tuhan mesti tidak lagi memakai “baju lama”. Pertobatan mendorong kita untuk memakai “baju baru” yaitu, “baju Kristus”. Dan untuk bisa memakai “baju Kristus”, kita tidak perlu membeli ke mal atau ke toko pakaian.

Kita hanya diminta pergi ke toko rohani yaitu, pergi ke Kitab Suci (Injil). Di situ kita akan menemukan Kristus.

Di situ pula kita akan mendengarkan suara-Nya. Kalau kita tidak membaca dan merenungkan kitab suci berarti kita tidak bisa menemukan dan mendengarkan Kristus.

Kata St. Hironimus, “Siapa yang tidak membaca kitab suci berarti dia tidak mengenal dan mencintai Kristus”.

Ketika St. Agustinus dari Hippo, masih hidup menyatu dengan “bacaan duniawi”, dia tidak pernah menemukan Kristus. Hidupnya banyak mengalami kegelisahan dan frustrasi.

Namun, saat dia membuka diri dan mau bertobat, Roh Kudus meminta dia untuk membaca kitab suci, Kata Roh Kudus, “Tolle lege” artinya, ambillah dan bacalah.

Saat dia mulai membuka kitab suci, Dia mendengarkan kata Tuhan Yesus “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat 11:28).

St. Agustinus yang sudah sempoyongan dan tak berdaya itu, langsung menemukan kembali hidupnya dalam Kristus. Hmm…sebuah perjalanan rohani yang sangat keren sekali.

Mungkin ada dari kita saat ini, yang masih mengalami hidup sempoyongan karena belum benar-benar menemukan Kristus karena masih banyak membaca “bacaan duniawi”. Oleh karena itu, saatnya ganti bacaan.

Ambillah kitab suci dan mulailah membaca.

Saya mengutip petuah bijak Romo Hodo, imam Diosesan di Keuskupan Timika, “Rasanya kita sedang diingatkan bahwa selama ini terlalu fokus dengan Covid-19. Kita terlalu takut mati, seolah-olah kematian cuma karena Covid. Padahal maut itu bisa menjemput kita dengan berbagai cara.”

Camkanlah bahwa kita sedang diingatkan oleh Tuhan. Kita cuma mengikuti protokol kesehatan, tetapi mengabaikan protokol iman. Sampai-sampai menutup rumah-rumah ibadah.

Sepertinya, kita cuma fokus menyiapkan imun, tetapi lupa menyiapkan ima untuk bekal kita di hari akhirat”.

Mari berbenah diri. Ini teguran dari Sang Pencipta.

Untuk itu,
Swab dirimu dengan membaca Kitab Suci.

Vaksin jiwamu dengan banyak berdoa.

Cuci tanganmu dengan berbuat baik pada sesama.

Jaga jarak dengan tetap memuji Tuhan.

Renungan: “Mari, lihat kembali, apakah yang kita baca selama ini, Kitab Suci?”

Tuhan memberkati.

Apau Kayan, 23.01.2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here