Lentera Keluarga – Dasar Yang Kokoh

0
347 views

Tahun C-1. Pekan Biasa XXXIV
Selasa, 26 November 2019. 
Bacaan: Dan 2:31-45; T.Dan 3:57-61; Luk 21:5-11.

Renungan:

PATUNG besar yang diimpikan oleh Nebukatnezar adalah tanda dari kemampuan dan kehebatan manusia. Yang didesain begitu indah, begitu baik, begitu tertata dan detail. Dan sangat mengagumkan. Namun “kaki-kaki dan jari-jarinya sebagian terbuat dari besi dan sebagian dari tanah liat” yang berarti bahwa bagian atas yang indah itu tidak ditopang oleh penopang yang kokoh, sehingga ketika batu terguling dan menghantamnya, hancurlah patung itu. Prestige dibangun atas dasar fundamen yang rapuh. 

Tafsiran yang diberikan Daniel atas mimpi Nebukadnezar itu juga dapat kita terapkan dalam hidup kita. Kita berjuang sedemikian rupa, detail, berjerih lelah membangun mengumpulkan banyak hal, membangun citra diri dan prestige, tapi jika pondasi iman kita lemah, dan tidak didukung dengan karakter yang baik, semuanya itu akan hancur secara sia-sia. 

Keluarga kita harus kita bangun dari dasar yang kokoh yaitu iman, kasih dan komunikasi. Janganlah kita membangun prestasi yang hebat, rumah yang megah, nama baik keluarga dll tanpa pondasi yang kokoh ini. Begitu goncangan datang dan tragedi menimpa maka semua yang indah dan baik dan megah itu akan runtuh. 

Sebagai imam dan religius kita dipanggil untuk berkarya dengan sungguh-sungguh dengan kepandaian dan kehebatan kita, tetapi semuanya itu harus ditopang oleh dasar karakter rohani yang kuat. Tanpa itu kita akan jatuh pada “atualisasi diri” dan hanyut dalam “ketenaran”, sehingga begitu kita oleh sedikit, maka semuanya itu akan sia-sia.

Pondasi yang kokoh dalam hidup kita adalah karakter Kristus yang semakin kita hidupi. Walaupun kita tidak dapat membuat sesuatu yang indah, besar dan luar biasa, tetapi jika kita menghidupi karakter Kristus, segala yang biasa itu akan menjadi luar biasa. 

Kontemplasi:

Gambarkanlah keindahan, kemegahan, kehebatan dan sekaligus kerapuhan patung yang diimpikan oleh Nebukadnezar. 

Refleksi:

Apakah aku membangun panggilan, pelayanan dan komunitasku atas dasar yang kokoh? Bagaimana supaya aku tidak jatuh dalam mencari “nama baik” dan “prestige”?

Doa: 

Ya Bapa, ajarilah kami mengakarkan hidup kami pada Kristus sehingga karakter Kristus semakin tumbuh dalam hidup dan pelayanan kami.

Perutusan:

Akarkanlah hidup dan pelayanan anda pada dasar yang kokoh yaitu menghidupi karakter Kristus. Dan jangan biarkan hidup anda hanyut dalam mencari presitge dan prestasi. 

(Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here