Makna Interior dan Eksterior Gereja Kapal Pacitan (4)

0
214 views
Ilustrasi: Persiapan Natal di Gereja St Fransiskus Xaverius Pacitan (Francesco Ranubaya)

GEREJA Kapal St. Fransiskus Xaverius Pacitan ini sering dikunjungi sebagai tempat perziarahan.  Itu karena memiliki makna filosofi spiritual yang mendalam. Setiap bagian, ornamen, ekterior dan interior di dalamnya memiliki pesan yang sangat mendalam.

Makna-makna filosofis spiritual tersebut dapat dipahami melalui penjelasan sebagai berikut:

Bagian pokok eksterior

  • Kerangka atap (wuwungan) dengan panjang 24 meter (12×12) bermakna kelipatan dua kali jumlah Rasul Kristus yang menjadi daya berlipat Gereja Katolik.
  • Lantai (lebar 12 meter) dan kerangka pancang (tinggi 12 meter) sebagai lambang kesaksian iman Dua Belas Rasul menjadi pancang tegaknya Gereja Katolik.
  • Kerangka baja utama dan sepatu pondasi, terdapat lima potongan kerangka; diikat oleh lima pasang sepatu pondasi (pedestal) sebagai lambang lima perintah Gereja dan lima butir Pancasila harus menancap kuat di hati orang Katolik. Selain itu, posisi pondasi dan lantai yang tinggi melambangkan Gereja yang dipersiapkan menjadi tempat pengungsian.
  • Model bangunan berbentuk kapal membujur dari utara-selatan sebagai lambang Gereja sebagai bahtera mengarungi samudera zaman, bentuk pentagonal asimetris sebagai lambang ketidaksempurnaan dan keragaman manusia, dinding miring ke arah luar sebagai lambing

Mitigasi bencana

  • Atap Utama (Atas), lima bidang tingkap utama melambangkan Pancasila, dan membentuk huruf M dan gelombang sebagai simbol Bunda Maria Stella Maris.
  • Tingkap Lorong Pintu Utama (depan), dua belas (rolas) bidang tingkap kecil yang melambangkan Rolas: “yen loro nyuwun welas” bersama Bahtera (Gereja) memasuki samudera kerahiman Allah.
  • Tingkap Lorong Timur – Barat masing-masing lima bidang tingkap kecil melambangkan Pancas Tugas Gereja: pewartaan, pelayanan, persekutuan, penyucian, dan kesaksian,
  • Kolam Air Sisi Bangunan, di timur dan barat Gedung dengan lebar 50 meter melambangkan Yesus sang Air Hidup Sejati, diperoleh melalui babtisan dan hari Pentakosta sebagai hari lahirnya Gereja.
Gereja Kapal St Fransiskus Xaverius Pacitan. (Fr. Francesco Ranubaya Pr)

Ornamen tambahan

Di depan gereja terdapat Patung Fransiskus Xaverius yang melambangkan orang suci pelindung Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Pacitan,

  • Depan; dekat pintu utama, terdapat batu karang, jangkar admiralty, dan rantai, yang melambangkan Gereja yang menjangkarkan diri pada Rasul Petrus si Batu Karang Pemimpin Gereja Katolik yang sah dan benar.
  • Pintu Utama: Pintu Iman, terdapat grafir Alpha (A) dan Omega (Ω) yang melambangkan keabadian Yesus Kristus sebagai Allah,

Bagian Pokok Interior

Dinding belakang altar/panti imam yang terdiri dari sepuluh jenis batu Pacitan yang melambangkan sepuluh perintah Allah melalui Nabi Musa sebagai dasar moralitas agama-agama samawi (Yahudi, Kristiani dan Islam).

Mozaik Segitiga dengan tiga bidang warna melambangkan iman dasar orang Katolik adalah Allah yang Trinitaris/Trinitas (Allah Bapa-Allah Putera, Allah Roh Kudus) satu Allah tiga pribadi, mozaik piala dan hosti melambangkan Ekaristi sebagai puncak dan sumber kehidupan orang Katolik.

Mozaik burung merpati (Roh Kudus) dengan lidah api sebagai lambang tujuh karunia Roh Kudus (Kebijaksanaan, Pengertian, Pengenalan, Keteguhan, Pengenalan akan Allah, Takut akan Allah dan kesalehan), dan corpus (Tubuh Yesus di salib) sebagai lambang kematian Kristus membawa pendamaian antara manusia, alam dan Tuhan.

  • Lantai Panti Imam dengan tujuh jenis batu Pacitan melambangkan tujuh sakramen Gereja (Babtis, Ekaristi, Penguatan, Pengampunan/Tobat, Imamat, Perkawinan, Pengurapan Suci).
  • Anak Tangga panti imam dan pintu masuk terdiri dari lima anak tangga yang melambangkan Lima perintah Gereja jalan Kebajikan.
  • Lantai umat yang terdiri dari tiga jenis batu Pacitan yang melambangkan tiga jabatan dan tugas orang Kristiani menjadi imam, nabi dan raja.
  • Depan bawah panti imam, terdapat mozaik mata angin (batu darah Kristus) yang berarti melalui ekaristi, Kristus memanggil semua orang untuk diberi makanan rohani.
  • Altar yang terbuat dari batu fosil kayu lokal Pacitan, melambangkan Narasi abadi relasi Tuhan dan ciptaan-Nya.

Ornamen tambahan

  • Sisi Barat: Pintu Harapan terdapat grafir salib dan lilin, dan sisi timur: Pintu Kasih terdapat grafir lima roti jelai dan dua ikan, yang berarti Gereja diutus untuk menjadi pembawa harapan, dan menghadirkan wajah Allah yang penuh belas kasih,
  • Belakang di sakristi: Pintu Inkulturasi, terdapat grafir wayang gulungan yang berarti Gereja Katolik ini milik masyarakat Pacitan, menjadi rujukan destinasi pariwisata religi dan edukasi di Pacitan. (Berlanjut)

Baca juga: Umat Gereja Kapal St. Fransiskus Xaverius Pacitan (3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here