Menanggapi Sabda Tuhan

0
181 views
Tanah subur mampu menghasilkan buah yang berlipat. (Ist)

Bacaan 1: 1Tim 6:13 – 16
Injil: Luk 8:4 – 15

DALAM beberapa tahun terakhir ini, umat Katolik seperti menggeliat. Bahkan seolah seperti raksasa yang sedang tertidur lalu bangun.

Kegiatan-kegiatan rohani terus bergerak seperti Sekolah Evangelisasi Pribadi, Persekutuan Doa, Legio Mariae, Kursus Kitab Suci, Kursus Pendidikan Kitab Suci, webinar tentang Kitab Suci dan masih banyak lagi.

Terutama di saat seperti sekarang -masa pandemi covid-19-, acara-acara webinar sangat mendominasi dalam komunitas katolik.

Semuanya disambut antusias oleh umat Katolik. Jika tidak mengikutinya, maka akan dianggap ketinggalan kereta.

Namun, antusiasme tersebut sepertinya kurang ditanggapi dengan hati terbuka yang dalam bacaan hari ini digambarkan sebagai tanah yang subur.

Ada yang mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut berdasarkan euforia saja.

Namun setelah itu, sabda-Nya seperti hilang tak berbekas.

Dalam kisah perumpamaan hari ini, benih adalah sabda Allah yang akan menghasilkan buah dalam hati terbuka (tanah subur).

Ia tidak bisa berbuah di tanah lain, karena sejumlah alasan.

Burung-burung, iblis, tak berair (menderita di bawah penganiayaan), duri (kenikmatan dan kekayaan) adalah alasan yang cukup mengganggu. Nabi Yesaya bernubuat,

Banyak yang melihat namun tak dapat menangkap, mendengar namun tidak memahami karena hatinya keras.

Maka Tuhan Yesus bersabda, “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar.”

Hanya mereka yang berhati lembut dan terbuka akan menghasilkan buah-buah Roh dari sabda yang ia terima.

Timotius dan juga kita semua umat Katolik, dipanggil untuk menjadi tanpa cela dan tanpa cacat alias kudus.

Timotius mendapat tugas berat dari Paulus sebagai saksi setia Kristus dan injil dalam mencapai ganjaran kehidupan kekal, saat parousia tiba nanti.

Timotius adalah abdi Allah, melayani tanpa pamrih dan tidak memikirkan keuntungan pribadi. Ia membangun jemaat dengan tulus, kesalehan dan iman.

Pesan hari ini

Hati juga perlu digarap dan dipupuk agar menjadi lembut dan terbuka sehingga siap menerima dan menanggapi sabda-Nya dan menjadi saksi setia Kristus.

Hanya di hati yang lembut dan terbuka sajalah, sabda-Nya akan berbuah berlipat-lipat.

“Semangat kerendahan hati lebih manis daripada madu. Mereka yang menyuburkan dirinya dengan madu akan menghasilkan buah yang manis. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here