Menemukan Sendiri

0
192 views
Ilustrasi - Niat untuk refleksi by ist

Renungan Harian 21 Januari 2021
PW. St. Agnes, Perawan dan Martir
 
Bacaan I: Ibr. 7: 25-8: 6
Injil: Mrk. 3: 7-12
 
PADA saat persiapan Retret Agung di novisiat, ada dua hal yang selalu ditekankan oleh para formator, terutama oleh Pater Magister.

Yakni, yang pertama adalah tidak boleh membuka halaman berikut dari buku latihan rohani yang belum dipakai sebagai bahan pertemuan atau bahan doa. Dan yang kedua adalah mereka yang sudah mengalami Retret Agung tidak boleh bercerita tentang pengalaman doa-doa selama latihan rohani.
 
Alasan mengapa tidak boleh membuka halaman berikut agar kami semua menjalani proses Latihan Rohani setahap demi setahap; tidak tergoda untuk memikirkan setelah ini apa dan bagaimana. Di samping itu, agar kami dalam menjalani proses tidak terganggu dengan proses selanjutnya yang belum dijalani.
 
Sedangkan alasan mengapa yang sudah mengalami Retret Agung tidak boleh bercerita adalah agar kami yang akan menjalani Latihan Rohani tidak terpengaruh oleh pengalaman orang lain.

Kami diharapkan mengalami sendiri proses itu, mengalami pergulatan sendiri dan menemukan rahmat sendiri. Mendengarkan pengalaman orang lain yang sudah menjalani menggoda kami untuk menentukan dari awal sebelum menjalani seharusnya seperti itu dan hasilnya seperti itu.

Dengan demikian menutup diri dari tuntunan dan terang Roh Kudus.
 
Berdasarkan dua pesan di atas, kami yang menjalani Latihan Rohani sungguh-sungguh berproses dengan benar, terbuka pada tuntunan Roh Kudus dan aku menemukan sendiri rahmat itu.

Bukan hanya menemukan rahmat tetapi juga menemukan bagaimana cara roh baik menuntunku dan roh jahat menggodaku.
 
Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam Injil Markus, dalam banyak kesempatan Yesus selalu melarang mereka yang mengalami mukjizat untuk memberitakan pengalamannya.

Kiranya menurut Markus, pembaca atau pendengar injil mengalami sendiri pengalaman akan Yesus sehingga pada gilirannya menemukan sendiri siapakah Yesus itu.

Sehingga ketika orang mengimani Yesus bukan pertama-tama kata orang tetapi karena secara pribadi menemukan siapakah Yesus bagiku. “Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia.”
 
Bagaimana dengan aku?

Adakah aku menemukan sendiri dalam pengalaman hidupku siapakah Yesus yang kuimani?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here