Menghayati Hukum Tertinggi

0
185 views
Mencintai dengan kasih. (Ist)

KEHIDUPAN sosial perlu diatur. Salah satu alat untuk menjaga keteraturan itu adalah hukum. Dengan adanya hukum dan sikap taat kepadanya hak-hak manusia dilindungi dan ketertiban sosial tercipta.

Agama sebagai lembaga sosial juga memerlukan hukum. Dalam tradisi Yahudi, hukum itu mengatur baik hubungan manusia dengan Tuhan maupun dengan sesamanya. Agama Yahudi dibangun berdasarkan perjanjian dan hukum.

Bagi mereka, menaati hukum begitu penting. Dapat dimengerti bahwa orang Yahudi pada zaman Yesus sangat berpegang teguh pada hukum.

Namun, hukum itu kemudian membelenggu dan memperbudak orang. Demi menaati hukum-hukum itu, kehidupan manusia terbebani dan kasih kepada Tuhan terabaikan (Lukas 11: 42).

Santo Paulus menegaskan bahwa mereka yang dibimbing oleh Roh tidak hidup di bawah hukum, melainkan hidup dalam kebebasan Roh.

Itulah ciri khas dari hidup kristiani sejati. Mereka yang dipimpin oleh Roh adalah anak-anak Allah (Roma 8: 14). Bukankah Allah itu Roh (Kejadian 1: 2) dan karenanya anak-anak-Nya harus hidup dalam Roh?

Mereka berkenan kepada Tuhan tidak dengan menaati hukum lama (Taurat), melainkan hukum baru, yakni kasih (agape) yang berasal dari Roh.

Inilah hukum tertinggi. Mereka yang dipenuhi Roh dan kebenaran mengatasi semua hukum dan menikmati kebebasan sejati.

Santo Yohanes menegaskan, “Di mana ada kasih (agape), di sana ada Tuhan (1 Yohanes 4: 12). Kasih itu inti dari semua hukum dan mengatasinya. Karena itu, Santo Agustinus menantang orang, “Kasihilah dan lakukan apa saja.”

Yesus menganugerahkan jalan keselamatan lewat kasih yang mesti mengisi dan memurnikan setiap hati. Dengan demikian, hati menjadi tahta Tuhan. Dari sana terpancar iman, harap, dan kasih kepada Tuhan yang buahnya nyata dalam kasih kepada sesama.

Hati mereka berbeda dari hati kaum Farisi yang seperti kuburan penuh bangkai (Matius 23: 27) yang memproduksi pelbagai kejahatan.

Sebaliknya, hati pengikut Yesus dibentuk oleh Roh Kudus yang menghasilkan kebebasan dan kebahagiaan sejati. Itulah buah nyata dari menghayati hukum tertinggi.

Rabu, 12 Oktober 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here