Mukjizat Kedua di Galilea

0
740 views
Ilustrasi - Perkawinan di Kana by Gerard David

INJIL Yohanes hanya menyajikan tujuh mukjizat Yesus. Yang pertama, Yesus mengubah air menjadi anggur (Yohanes 2:1-11). Yang kedua, Yesus menyembuhkan anak seorang pegawai istana (Yohanes 4:43-54). Di samping itu, Yesus menyembuhkan orang lumpuh di kolam Betesda, memberi makan lima ribu orang, Yesus berjalan di atas air, menyembuhkan orang buta sejak lahir, dan membangkitkan Lazarus.

Mukjizat Yesus menjadi tanda karya Allah yang membarui dunia; mewujudkan yang Nabi Yesaya katakan. “Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.” (Yesaya 65:17).

Seperti mukjizat pada umumnya memerlukan iman, demikian pula peristiwa penyembuhan dalam injil Yohanes ini. Yesus bersabda, “Pergilah, anakmu hidup!” (Yohanes 4:50). Lalu, “Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi” (Yohanes 4:50).

Anaknya itu sembuh pada saat Yesus menyuruh pegawai istana itu pulang. Dia pulang dalam sikap percaya akan kata-kata Yesus. “Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya; Anakmu hidup” (Yohanes 4:53).

Yohanes mengatakan kepada kita bahwa ini adalah mukjizat kedua yang dilakukan Yesus di Galilea (Yohanes 4:54). Pesannya cukup jelas, yakni bahwa Yesus datang untuk membawa kehidupan; bahkan kehidupan kekal.

Hidup kekal mulai segera setelah orang menggabungkan diri secara total kepada Yesus dan jalan yang ditawarkan-Nya. Pegawai istana itu selamat bersama seluruh keluarganya, karena percaya. “Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya” (Yohanes 4:53).

Masa prapaskah merupakan saat yang baik bagi kita untuk memperbarui janji kita untuk menempuh jalan yang Yesus tawarkan. Di samping itu, kita perlu memohon iman yang lebih dalam untuk dapat melakukannya.

Apakah yang kita lakukan untuk memperbarui iman kita? Semoga Tuhan menolong kita dalam mewujudkannya.

Senin, 11 Maret 2024
Albherwanta, O.Carm.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here