Nasi Murah

0
160 views
Ilustrasi - Nasi bungkus. (ist)

Renungan Harian
Selasa, 26 Oktober 2021
Bacaan I: Rom. 8: 18-25
Injil: Luk. 13: 18-21
 
SETIAP
hari Rabu, di paroki tempat saya menjalani pengutusan mengadakan aksi menjual nasi murah. Nasi bungkus dengan lauk dan sayur yang baik dijual dengan harga Rp. 2000,-.

Setiap hari Rabu sejumlah ibu dan beberapa bapak sibuk menyiapkan nasi bungkus. Ada yang menanak nasi, ada yang menyiapkan bumbu, ada yang menyiapkan sayur semua mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Pemandangan menarik adalah bahwa mereka selalu melakukan dengan penuh kegembiraan. Kelompok ini menyiapkan 350 bungkus nasi karena keterbatasan tenaga untuk menyiapkan.
 
Sejak pagi, sudah banyak orang yang datang mengantri untuk mendapatkan nasi murah. Melihat pemandangan seperti itu membuat perasaan haru, bahwa mereka sungguh orang-orang yang membutuhkan.

Sepekan sekali mereka datang untuk mendapatkan nasi murah dan mereka rela antri dari pagi. Mereka sudah datang saat kelompok ini sedang menyiapkan masakan dan nasi.
 
Sebuah aksi sederhana untuk berbagi dengan saudara lain. Mereka menyiapkan dengan sungguh-sungguh dan memberikan yang terbaik untuk saudara-saudara yang membutuhkan.

Sebuah langkah kecil namun memberikan kebahagiaan bagi banyak orang; tidak hanya untuk mereka yang dibantu tetapi juga kelompok yang menyiapkan.

Sebuah karya sederhana namun menjadi harapan bagi yang membutuhkan. Mereka akan datang setiap hari Rabu dan sudah menyiapkan sejumlah uang untuk membeli sejumlah nasi bungkus untuk dirinya dan keluarganya.

Dan menarik, kegiatan ini tidak pernah kekurangan bahan dan uang untuk menyiapkan. Selalu ada sumbangan yang menyongkong kegiatan ini.
 
Kegiatan semacam ini pasti juga terjadi di tempat lain. Sebuah karya sederhana, sebuah langkah kecil tetapi memberikan harapan dan kebahagiaan bagi banyak orang.

Kiranya karya sederhana ini ambil bagian dalam mewujudkan Kerajaan Allah. Sebagaimana sabda Tuhan hari ini sejauh diwartakan dalam Injil Lukas: “Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya. Biji itu tumbuh dan menjadi pohon, dan burung-burung di udara bersarang di ranting-rantingnya.”
 
Bagaimana dengan aku?

Dengan cara apa aku ambil bagian untuk mewujudkan Kerajaan Allah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here