Nilai Sosial Makan

0
171 views
Ilustrasi - (Ist)

Puncta 19.06.22
HR. Tubuh dan Darah Kristus
Lukas 9: 11b-17

DALAM sebuah rombongan ziarah, makan selalu disajikan secara prasmanan. Orang mengambil sendiri-sendiri sesuai selera.

Sesudah misa pagi, semua orang langsung berhamburan menuju restoran tempat makan.

Banyak orang berusaha berebut mendapat kesempatan pertama.

Mungkin karena menu sesuai dengan selera, orang memasukkan semua makanan ke dalam piringnya.

Piring itu menggunung penuh dengan makanan.

Akibatnya, rombongan yang terakhir antri tidak kebagian. Mereka mengambil sisa-sisa yang masih ada.

Kasihan yang tidak kebagian.

Namun yang sangat memprihatinkan adalah justru mereka yang mengambil banyak tidak mampu menghabiskan. Akibatnya banyak makanan dibuang.

Kadang orang berpikir, “toh saya sudah bayar.”

Lalu bersikap semaunya, membuang-buang makanan.

Tidak peka bahwa ada banyak teman yang tidak kebagian makan.

Hari ini kita merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Yesus mengajarkan pada para murid-Nya untuk berbagi. Kendati hanya ada lima roti dan dua ikan, tetapi jika kita mau mensyukuri dan mempersembahkannya kepada Tuhan, maka Tuhan akan melengkapinya, bahkan malah berlimpah.

Dari lima roti dan dua ikan, Yesus mengucap syukur dan membagikannya kepada orang banyak sampai semua makan kenyang. Bahkan ada sisa duabelas bakul.

Ekaristi adalah pemberian Diri Yesus kepada murid-murid-Nya. Tuhan sendiri berbagi kehidupan dengan kita.

Dengan wafat-Nya di salib, Yesus seperti roti yang dipecah-pecah untuk kehidupan kita.

Kita hidup bukan untuk makan, tetapi makan untuk hidup. Kita sering lupa hanya mikir untuk diri sendiri.

Mengumpulkan makan untuk kepentingan diri. Makanan ada nilai sosialnya. Kita perlu memikirkan orang lain.

Kita mesti berbagi dengan yang lain. Semakin berbagi justru akan semakin berlimpah.

Kalau kita hanya mikir diri sendiri, sering kita justru membuang banyak makanan.

Padahal kalau kita bagi-bagi, akan ada banyak orang kenyang, bersukacita dan banyak berkatnya.

Banyak makanan disimpan di kulkas sampai basi. Andaikan kita mau berbagi kepada yang kelaparan, pasti akan sangat berguna.

Semoga hidup kita semakin ekaristis; siap dibagi-bagi demi kebahagiaan sesama.

Para tamu bergoyang bersama,
Menikmati panggung gembira.
Ekaristi adalah sumber cinta,
Berbagi kasih untuk sesama.

Cawas, mari berbagi…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here