“Nothing Endures but Change”

0
286 views
Satu-satunya yang selalu berubah itu adalah perubahan itu sendiri. (Ist)

Puncta 25.11.22
Jumat Biasa XXXIV
Lukas 21: 29-33

DUNIA ini akan ditandai dengan lahirnya generasi-generasi baru. Dari satu keturunan akan lahir keturunan baru. Dari satu generasi akan melahirkan generasi baru. Mereka akan datang silih berganti.

Para peneliti membagi generasi itu dari awal abad ke XX. Salah satu peneliti, Kupperschmidt’s mengatakan generasi adalah sebuah kelompok individual yang diidentifikasikan berdasarkan tahun kelahiran, umur, tempat, dan peristiwa yang terjadi kepada grup individu tersebut, yang memiliki dampak signifikan dalam fase perkembangan mereka.

Kupperrschmidt’s membagi generasi itu menjadi enam generasi. Satu sama lain memiliki perbedaan yang cukup mencolok karena perbedaan lingkungan dan cara berkembang pada masa generasi tersebut, sehingga menghasilkan perbedaan nilai-nilai, kepercayaan, dan opini diantara generasi satu dan lainnya.

Enam generasi itu adalah:

  • Generasi Tradisionalis (1922–1945);
  • Generasi Baby Boomers (1946-1964).
  • Generasi X (1965-1980).
  • Generasi Milenial (1981-1995).
  • Generasi Z (1996-2010).
  • Generasi Alpha (2010-aekarang).
  • Di manakah generasi anda?

Yang satu akan hilang, yang baru akan datang menggantikannya. Angkatan yang satu akan mundur, digantikan oleh angkatan berikutnya.

Heracletos (540 – 480 SM) filsuf Yunani kuno mengatakan, “Nothing endures but change” – Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Perubahan itu mutlak, pasti terjadi.

Untuk memahami perubahan, kita membaca puisi-puisinya Kahlil Gibran (1883-1930). Dalam salah satu tulisannya Gibran menyebut, “impermanence” atau ketidakpermanenan manusia.

Manusia itu tidak permanen seperti ayat-ayat yang ditulis di atas permukaan sebuah sungai. Aliran sungai itu selalu berubah-ubah.

Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu; Sungguh angkatan ini takkan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu.”

Langit dan bumi, manusia dan segala isinya akan berlalu sebagaimana aliran sungai, tetapi Sabda Yesus akan tetap tinggal abadi selamanya.

Sabda-Nya tetap sama dari awal sampai akhir. Sabda Yesus adalah jalan bagi kita untuk memahami segala perubahan yang ada.

Generasi boleh berganti. Angkatan boleh berlalu. Manusia bisa berubah. Tetapi sabda Tuhan tetap selamanya. Sabda-Nya akan tetap menjadi pegangan dan pedoman bagi semua generasi.

Firman Tuhan akan tetap bergema dalam setiap generasi dari dahulu sampai sekarang dan untuk selama-lamanya.

Marilah kita tetap berpegang pada sabda Tuhan. Jangan pernah membuang atau menjauhinya. Dialah sabda kehidupan kekal.

Argentina dikalahkan Arab Saudi.
German yang jumawa dibuat malu.
Langit dan bumi akan terus berganti,
Tetapi Sabda Tuhan takkan berlalu.

Cawas, sabda-Mu adalah Roh dan Kehidupan…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here