On Eternal Patrol

0
35 views
Ilustrasi: Kapal selam KRI Nanggala. (Wiki)

Puncta 23 April 2024
Selasa Paskah IV
Yohanes 10: 22-30

SUDAH tiga tahun kita mengenang tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 yang terjadi 21 April 2021 di Laut Bali. Kapal selam bersama 53 awak itu dinyatakan tenggelam dalam tugas di dasar laut pada tanggal 24 April 2021.

Para tentara Angkatan Laut itu tidak menyebut mereka hilang atau missing, tetapi pahlawan-pahlawan itu sedang “On Eternal Patrol” atau menjalankan tugas patroli selama-lamanya di lautan, menjaga laut Indonesia yang sangat luas ini. Mereka berlayar terus dan tidak kembali ke base camp atau pelabuhan.

Prajurit AL yang gagah berani itu tidak menyandang istilah RIP atau “Rest in Peace” atau beristirahatlah dalam damai.

Tetapi mereka punya istilah mentereng dan gagah yakni “Fair Wind and Following Seas”. Selamat berlayar dan mengarungi samudera yang tenang dan damai.

Tugas mengarungi samudera luas dan menjaga kedaulatan NKRI adalah gambaran pribadi seorang prajurit Angkatan Laut. Pekerjaan luhur ini merasuk dalam diri mereka. Dari tugas dan tanggungjawab ini kita bisa melihat siapa mereka sesungguhnya.

Yesus ditanya tentang perutusan-Nya sebagai Mesias oleh orang-orang Yahudi. “Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami,” desak mereka.

Yesus menjawab mereka, “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.”

Pekerjaan Yesus sudah bisa menunjukkan siapakah Yesus sebenarnya. Ia melakukan kehendak Bapa-Nya. Ia menyembuhkan orang-orang sakit; orang buta melihat, orang bisu berbicara, orang tuli mendengar, orang timpang berjalan, orang mati dibangkitkan, orang miskin mendapat kabar sukacita.

Kita semestinya sudah bisa menilai sendiri melalui pekerjaan-pekerjaan itu. Namun jika hati kita tertutup oleh dengki iri hati dan kebencian, maka kita tidak bisa melihat pekerjaan-pekerjaan itu berasal dari Allah.

Yesus sesungguhnya adalah Putera Allah karena Dia melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang dikehendaki Allah. Dari pekerjaan-Nya, kita bisa menilai siapa Yesus sesungguhnya.

Seperti para TNI Angkatan laut yang berani membela kedaulatan negeri sampai gugur di dalam tugas, kita bisa menilai mereka adalah prajurit-prajurit elite profesional yang gagah perkasa. Mereka adalah pahlawan penjaga samudera kita.

Kita disebut guru yang baik karena kita mengajar anak didik dengan baik. Kita disebut bapak atau romo yang baik, karena melaksanakan tugas pekerjaan dengan baik.

Kita disebut pemimpin yang baik karena berhasil menyejahterakan rakyat dengan tulus ikhlas. Pekerjaan, tugas dan pelayanan kita menunjukkan siapa kita sesungguhnya.

Jalan-jalan di pagi hari,
Menikmati hangatnya mentari.
Hanya dengan tulus hati,
Kita jalani perutusan pribadi.

Cawas, jalani tugas ini, tak usah menuntut dihargai
Rm. A. Joko Purwanto, Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here