Padang Gurun, Sekolah Rohani

0
164 views
Sepi dan kering kerontang adalah pemandangan sangat khas di padang Gurun Sinai, Mesir. (Mathias Hariyadi)

Puncta 05.12.21
Minggu Advent II
Lukas 5:17-26

DARI Gunung Sinai menuju perbatasan Mesir-Israel di Taba Border yang terlihat hanyalah padang gersang, bukit batu, hamparan gurun pasir kering.

Sepanjang mata memandang melintas padang gurun adalah gersang, kering, panas dan jarang terlihat tanda-tanda kehidupan.

Siang yang panas dan malam yang sangat dingin, hampa dan kesunyian itulah kondisi padang gurun.

Namun justru di tempat seperti itu terdapat oase kerohanian yang subur.

Nabi Elia menimba kekuatan Allah di padang gurun. Yohanes Pembaptis menerima firman di padang gurun.

Sebelum memulai karya-Nya, Yesus berpuasa selama empatpuluh hari di padang gurun.

Banyak orang suci mendalami hidup dekat Allah di padang gurun; St. Antonius Abbas, St. Makarius, dan banyak tokoh rohani lahir di padang gurun yang gersang.

Di padang gurun, Bangsa Israel ditempa dan diuji oleh Allah. Dari padang gurun juga, Yohanes Pembaptis menerima pewahyuan dari Allah.

Padang gurun adalah sekolah iman, dan gurunya adalah Allah sendiri. Begitulah Kaum Israel dididik mengenal Allah satu-satunya yang harus disembah. Tradisi itu dihidupi oleh Yohanes Pembaptis.

Yohanes Pembaptis memulai karyanya setelah lulus dari pendidikan di padang gurun. Ia mulai mewartakan pertobatan dan pembaptisan bagi semua orang.

“Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis. Maka Allah akan mengampuni dosamu.”

Dengan suara lantang dan keras, ia mengajak umat Israel untuk bertobat dan dibaptis.

Ia mempersiapkan jalan keselamatan karena Terang yang datang dari Tuhan akan segera terbit. Sang Terang adalah Kristus sendiri.

Tugas Yohanes adalah menyiapkan jalan bagi Sang Terang, yakni Mesias yang akan datang.

Siapa pun harus memperbaharui diri, tidak pandang bulu. Bahkan Raja Herodes pun jadi sasaran tembaknya.

Yohanes dengan keras dan tajam mengkritik cara hidup pemimpin yang tidak benar.

Suara Yohanes ini mengantar kita memasuki masa Advent, agar kita juga membangun semangat pertobatan.

“Siapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”

Marilah kita pada masa Advent ini memasuki padang gurun hati kita yang gersang dan kerontang.

Biar hati yang congkak dan keras diubah menjadi lembut dan lurus supaya kita siap berjumpa dan melihat keselamatan yang datang dari Tuhan.

Riuh rendah suara di pinggir jalan
Tukang obat jualan dagangan
Masa advent masa pertobatan
Untuk sambut kedatangan Tuhan

Cawas, siap-siap mengaku dosa….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here