Pelita Hati: 03.10.2022 – Belajar dari Orang Samaria yang Murah Hati

0
1,162 views

Bacaan: Galatia 1:6-12, Lukas 10:25-37

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. (Luk.10:33-35)

Sahabat pelita hati,

HARI ini kita merenungkan kisah “Orang Samaria yang Murah Hati.” Kisah lengkapnya bisa dibaca dalam Lukas 10:25-37, cukup panjang namun teramat indah runutan kisahnya. Ada tiga (3) tokoh yang ditampilkan dalam kisah ini dengan karakter dan sikap yang berbeda, terhadap seorang Yahudi yang mengalami korban perampokan. Ketiga tokoh tersebut adalah seorang imam Yahudi, seorang Lewi dan seorang Samaria. Dua orang pertama, seorang imam dan orang Lewi yang tergolong orang yang memiliki kedudukan penting dalam kalangan Yahudi, mereka melewatkannya begitu saja dan tidak mau memberi  pertolongan. Padahal korban adalah sesama warga atau bangsa Yahudi. Sementara orang ketiga yakni seorang Samaria yang selalu direndahkan oleh bangsa Yahudi karena disebut keturunan pendosa, justru  menunjukkan empati kasihnya kepada sang korban. Ia tidak hanya menolong tetapi rela mengeluarkan biaya demi pengobatan si kurban. Sebuah paradoks hidup yang pantas menjadi permenungan. Yang menganggap diri sebagai pewaris tunggal keselamatan justru tak peduli kepada sesamanya, sementara yang dinilai pendosa justru melakukan tindakan belas kasihnya. 

Sahahabat terkasih,

Kisah orang Samaria yang murah hati ini terasa sangat indah dan dapat menjadi inspirasi bagi hidup, karya dan pelayanan kita di saat ini. Kita tak boleh membatasi hidup dengan sekat-sekat ras, suku dan agama. Kisah ini memuat pesan keutamaan yang mendasar, yakni beriman yang benar harus mewujud dalam tindakan kasih yang nyata, peduli kepada sesama terutama yang menderita, tanpa memilah-milah ras, suku, budaya dan agama. Semoga pelita sabda hari ini mendorong kita untuk semakin giat melakukan pelayanan dan kebaikan kepada semua orang, tanpa kecuali. Mari kita menjadi pelopor pelayanan kasih kepada sesama kita, siapa pun itu. Tetap semangat dan berkah Dalem.

Bunga pengantin bunga Melati,
indah nian harum mewangi.
Ini kisah orang Samaria yang murah hati,
tak pandang bulu dalam menolong dan melayani.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem**Rm.Istata

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here