Pelita Hati: 11.12.2023 – Tak Lelah Memperjuangkan Sesama

0
547 views

Sahabat pelita hati,

ADA beragam kisah dan cara orang mengalami keselamatan dari Tuhan. Kini kita merenungkan kisah seorang lumpuh yang berbaring di tempat tidur, diusung oleh beberapa orang untuk mohon penyembuhan dari Tuhan. Uniknya, ketika mereka tidak dapat menerobos masuk ke dalam rumah karena begitu banyaknya orang yang mendengarkan pengajaran Yesus, mereka mengambil cara yang tak wajar yakni membongkar atap rumah dan menurunkannya si lumpuh persis di depan Yesus. Tentu saja apa yang dilakukan oleh para pengantar ini membuat sedikit gaduh. Namun Tuhan melayaninya dengan penuh kasih. Tuhan melihat iman orang-orang yang membawa si sakit sebagai sebuah wujud nyata gigihnya iman mereka. Mereka tak putus asa dan pantang menyerah dengan keadaan.

Sahabat terkasih,

Kita menyaksikan sebuah teladan iman orang-orang yang dengan tulus berjuang agar sesamanya yang lumpuh dapat disembuhkan. Saya yakin bukan saja orang lumpuh yang memperoleh berkat penyembuhan  tetapi orang-orang yang mengantarnya pasti tak luput dari  limpah berkah dari Tuhan. Semoga pelita sabda ini menginspirasi kita untuk berusaha sekuat tenaga dan berjuang demi sesama, terutama yang menderita dan tak berdaya. Semoga kita tidak pernah lelah untuk memperjuangkan kebaikan untuk sesama, terutama yang sedang menderita. 

Berleher panjang itulah jerapah,
belalai panjang pastinya gajah.
Kepadamu kukatakan bangunlah,
angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah DalemSt. Istata Raharjo,Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

————————————————————————————

Bacaan:

Yes.35:1-10

Lukas 5:17-26

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.  Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu — : “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.” (Luk. 5:17-26)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here