Pelita Hati: 16.11.2020 – Karena Iman

0
675 views

Bacaan Lukas 18:35-43

Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah. (Luk.18:35.38-43)

Sahabat pelita hati,

KISAH perjumpaan Yesus dengan seorang pengemis buta di pinggir jalan menuju Yerikho ini sarat dengan pesan keutamaan. Setidaknya ada tiga permenungan yang pantas kita perhatikan.

Pertama, Penginjil tidak menyebut siapa nama pengemis buta itu. Namun setelah mendengar bahwa Yesus dari Nazaret melewati jalan, ia berteriak-teriak memanggjl-manggil Yesus.

Kedua, orang-orang yang berjalan di depan (ditengarai sebagai orang dekat Yesus atau para murid-Nya) memarahi si pengemis itu. Namun justru ia semakin kuat berteriak memanggil-manggil nama Yesus. Inilah sebentuk usaha si pengemis itu yang ‘tidak jemu-jemu’ memohon dan ia tidak takut kepada siapa pun. Yang ia dambakan adalah teriakannya dapat didengarkan Tuhan.

Ketiga, ketika orang-orang memarahinya Yesus justru mendekati si pengemis. Dengan belas kasih dan cinta-Nya Ia bertanya, “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Mengapa Yesus harus bertanya? Inilah sebentuk cara agar si pengemis itu menyatakan ‘iman’-nya. Yesus ingin mendengar dan melihat langsung iman si pengemis. Akhir dari perjumpaan itu adalah datangnya mujizat Allah. Si buta dapat melihat.

Sahabat terkasih, 

Dari kisah ini, kita belajar tentang gigihnya iman si pengemis buta. Ia tak takut kepada siapa pun demi mendapatkan penyembuhan dari Tuhan. Kaena imannya, si buta mendapat penyembuhan. Apakah kita memiliki keteguhan hati dalam hidup? Atau kita masih mudah putus asa jika menghadapi kesulitan? Semoga iman si pengemis buta ini menginspirasi kita untuk teguh di dalam hidup dan tegar dalam beriman. 

Burung Kutilang burung Kenari,
berkicau riang di pohon kelapa.
Mintalah maka akan diberi, 
ketuklah maka pintu akan dibuka.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here