Pelita Hati: 17.05.2024 – Dewasa: Mengulurkan Tangan dan Siap Diikat

0
70 views

Sahabat pelita hati, 

SALAM seroja, sehat rohani-jasmani. Berkah Dalem.

Kini Tuhan Yesus memberi tugas perutusan kepada Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Ia bertanya kepada Petrus sampai tiga kali, dengan pertanyaan yang sama, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Pertanyaan itu membuat Petrus menjadi sedih, karena Tuhan bertanya hingga tiga kali. Mengapa? Konon, pertanyaan ini untuk menegaskan komitmen dan kesanggupan Petrus. Maklumlah ia dulu pernah menyangkal Yesus hingga tiga kali. 

Sahabat terkasih, 

Di samping menanyakan kesanggupan dan komitmen Petrus, Tuhan juga memberikan sabda yang teramat penting. “Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” (ay.18). 

Yesus sejatinya sedang berbicara tentang makna kedewasaan yang sejati. Kedewasaan itu berbanding lurus dengan tanggungjawab. Baik kedewasaan pribadi maupun kedewasaan iman,  keduanya menuntut tanggung jawab. Ketika masih muda,  remaja apalagi anak-anak kita  mengalami kebebasan yang sebebas-bebasnya dan miskin tanggungjawab. Artinya tindakan kita tak terikat oleh tanggungjawab atau pihak lain.  Namun ketika kita sudah dewasa (apalagi berkeluarga)  kita tak mungkin lagi hidup dalam kebebasan yang sebebas-bebasnya.  Kita terikat dengan pasangan hidup, anak dan sederet tanggungjawab baik dalam keluarga,  di tempat kerja maupun dalam hidup bermasyarakat.

Kita harus rela diikat dan diatur oleh beragam hal dan berbagai pihak. Harus rela mengulurkan tangan.  Karenanya, semakin dewasa, kita justru terbatasi kebebasan kita. Semoga kita siap mengulurkan tangan dan siap diikat demi tugas dan tanggungjawab itu. Berkah Dalem. 

Tak boleh kita berkata ketus,
junjung adab dan tingkah laku.
Kata Yesus kepada Simon Petrus:
"Gembalakanlah domba-domba-Ku".

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah DalemSt. Istata Raharjo,Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

————————————————————————————

Bacaan:

Kisah Rasul 25:13-21

Yohanes 21:15-19

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here