Pengalaman Membekas Sekaligus Menguatkan

0
41 views
Secangkir Kopi

Bacaan 1: Kej 22:1-2,9a,10-13,15-18

Bacaan 2: Rm 8:31b-34

Injil: Mrk 9:2-10

Setiap orang pasti memiliki pengalaman yang sangat membekas dan tidak mungkin bisa berlalu begitu saja. Tentu saja itu bisa merupakan pengalaman indah ataupun pahit.

Ingin kembali ke masa lalu (masa kecil)?

Belum tentu jawabannya positif, bisa jadi malah banyak yang ga mau kembali ke masa itu.

Masa kecil di tahun 60 – 70an tentu tak seindah zaman sekarang. Masih ingat satu telor dadar harus dibagi bertiga. Uang saku sekolah hanya dapat dua buah singkong goreng. Makan daging mungkin hanya sekali seminggu.

Namun semua pengalaman pahit itu malah menjadikan pondasi kuat saat ini.

Tuhan Yesus memberi sebuah pengalaman tak terlupakan bagi para murid-Nya, yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes dalam sebuah peristiwa “Transfigurasi”. Peristiwa yang menandai perubahan bentuk atau rupa Tuhan Yesus saat mengenakan “Tubuh Mulia”-Nya, Tuhan Yang sudah dimuliakan.

Peristiwa yang pastinya terus membayangi mereka selamanya dan semakin memahami siapakah Yesus Kristus itu sebenarnya. Ditambah suara surgawi yang menjadi penegasan,

“Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

Abraham pun mendapat pengalaman tak terlupakan, bagaimana bisa Allah yang baru saja menganugerahinya seorang anak lalu diminta harus mengurbankannya bagi-Nya? Namun pengalaman itu semakin menguatkan Abraham dalam iman sebab Allah menyertainya.

“Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri, demikianlah firman TUHAN:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut,…”

Penderitaan tak pernah lepas dari Rasul Paulus. Penjara demi penjara ia dekami, dianaya, bergelut dengan binatang buas dan pernah suatu saat ia merasa sudah seperti mati. Namun semua pengalaman pahit malah semakin menguatkan imannya.

“Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”

Pesan hari ini

Semua pengalaman hidupmu tak pernah sia-sia, mungkin hanyalah sebuah jalan yang harus diliewati untuk menuju pada sesuatu yang indah.

Tuhan senantiasa menyertaimu.

“Kenangan lama itu seperti kopi dengan krim dan gula. Saat diaduk, keduanya bisa menjadi lembut dan manis.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here