Puisi – Ut Omnes Sint

0
99 views
Ilustrasi.

Bacaan Injil Yohanes 17:20-26)

“Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 17:20-21)

Ut omnes sint
Semoga semua mereka menjadi satu
Itulah doa-Mu kepada Bapa-Mu
Doa yang memancarkan cahaya abadi
Agar semua orang di dunia ini
Bersatu seperti Engkau dan Bapa satu.

Doa-Mu memancarkan kekuatan Roh
Yang menjalar ke seluruh belahan dunia
Menggetarkan setiap sudut hati
Untuk membangun keadaban dunia
Merajut hidup dalam persatuan hakiki
Sesuai dengan kehendak-Mu.

Namun Engkau pun tahu
Banyak orang sengaja menutup telinga
Untuk tidak mau mendengar firman-Mu
Mereka melakukan perbuatan jahat
Bersekutu dalam persekongkolan tak beradab
Merusak tata dunia dengan perang.

Tuhan, ratap tangis derita karena perang
Meruak di Palestina dan Israel
Pedih perih karena pertikaian saudara
Melanda Afganistan menimbulkan luka
Perang telah memusnahkan belaskasih
Menghancurkan solidaritas dan kesetiakawanan.

Ratap tangis juga meruak di negeri kami
Gerakan memperjuangkan kebebasan
Harus mengorbankan nyawa dan darah
Pembantaian orang-orang tak bersalah
Terus terjadi dilakukan kelompok kekerasan
Terorisme di negeri kami menimbulkan duka.

Tuhan, Engkau menghendaki kami bersatu
Tanpa memandang segala perbedaan
Sebab kami semua adalah ciptaan-Mu
Yang sama berharga sebagai citra-Mu
Maka jauhkan sikap sentimentil keagamaan
Dan jadikan kami beragama untuk perdamaian.

Hari ini bangsa kami merayakan
Hari kebangkitan nasional
Kami mohon curahan Roh Kudus
Agar kami mampu membangkitkan semangat
Mencintai negara kami Indonesia dan Gereja
Seratus persen Indonesia seratus persen Katolik.

Hamba-Mu Santo Basilius Agung
Mewariskan kami nasihat yang bermakna
“Meski kita mencemooh kebaikan-Nya
kepada kita dengan sikap acuh tak acuh,
Ia tetap mencintai kita”
Ajarlah kami untuk semakin mencintai-Mu.

Tuhan, tuntunlah kami setiap waktu
Agar kami menjadi pejuang persatuan
Bukan mengangkat senjata untuk perang
Tetapi menebarkan berjuta kata
Menyuburkan persatuan dan kesatuan
Ut omnes sint, agar kami bersatu, amin.

Denpasar, 20.05.2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here